Budaya

Merayakan Budaya Jawa Melalui Festival Jati Wayang

43
×

Merayakan Budaya Jawa Melalui Festival Jati Wayang

Sebarkan artikel ini

Semarang, LiterasiAktual.com Ratusan warga RW 03 Kelurahan Ngemplak Simongan Kecamatan Semarang Barat telah melaksanakan kegiatan nguri-nguri budaya melalui Festival Jati Wayang. Festival tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menikmati budaya Jawa dan mempelajari tradisinya. Kirab budaya di Balai Kelurahan Ngemplak dimulai dengan membawa patung banteng dan naga, serta sedekah bumi dalam bentuk piramida. Ida Ratna, salah satu dari warga RT 01 RW 03, merasa senang dan berharap anak-anak dapat lebih tahu tentang budaya Jawa agar tidak hilang di masa depan.

Para warga menunjukkan kreativitas dan keunikan mereka masing-masing dalam menampilkan eksistensi kebudayaan Jawa dengan mengenakan pakaian, properti, dan makeup khas Jawa. Camat Semarang Barat, Elly Asmara, mengatakan bahwa kegiatan ini telah menjadi rangkaian acara nguri-nguri budaya yang diadakan selama seminggu. Festival Jati Wayang vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19 dan kembali dilaksanakan pada tahun 2022.

Baca juga: Kebersamaan Petugas Kebersihan dan Pj Wako Pekanbaru Menyambut Ramadhan 1445 H

Festival Bukit Jati Wayang sebagai puncak kegiatan telah menjadi napak tilas daerah RW 03 yang dulunya berisi warga dari daerah Citarum. Hevearita G Rahayu, Wali Kota Semarang memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini dan menganggapnya sebagai perwujudan upaya bersama untuk nguri-nguri kebudayaan khususnya budaya Jawa yang adi luhung. Kegiatan dilakukan secara konsisten dan memiliki nilai sejarah serta budaya yang tinggi. Kegiatan setiap tahunnya bukan hanya seremonial ketika selesai, tetapi memiliki misi yang lebih besar terkait dengan sejarah maupun budaya agar generasi muda tidak lupa akan jati diri bangsa.

Para warga sebelumnya telah mengikuti rangkaian kegiatan seperti ruwatan desa atau pusaka yang merupakan kegiatan bersih-bersih diri serta hal-hal yang ada di lingkungan sekitar. Hal ini menunjukkan bahwa melestarikan budaya tidak hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga harus berasal dari keluarga dan masyarakat agar nilai-nilai kebudayaan dapat diajarkan dalam kehidupan sehari-hari. Wali Kota Semarang juga mengingatkan akan adanya masa puncak El Nino saat ini sehingga penting untuk membersihkan lingkungan dari rumput atau ilalang kering dan rimbun untuk mewaspadai adanya kebakaran.

Melalui Festival Jati Wayang, warga RW 03 Kelurahan Ngemplak Simongan Kecamatan Semarang Barat telah memperlihatkan semangat untuk menjaga dan mempromosikan budaya Jawa. Kegiatan nguri-nguri budaya khususnya melalui kegiatan tahunan yang diikuti oleh masyarakat secara konsisten dan memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi, membantu menjaga identitas bangsa melalui generasi muda. Upaya melestarikan budaya seharusnya menjadi tugas bersama seluruh elemen masyarakat agar nilai-nilai tradisional dapat dilestarikan dan dirasakan manfaatnya oleh generasi kini dan masa depan.

Tinggalkan Balasan