Berita

Mengingat Kembali Peran Strategis Perempuan Dalam Membangun Budaya Literasi Keluarga

11
×

Mengingat Kembali Peran Strategis Perempuan Dalam Membangun Budaya Literasi Keluarga

Sebarkan artikel ini

Pekanbaru, (LA) – Indonesia masih tertinggal dalam hal literasi dibandingkan negara-negara Asia lainnya. Peran perempuan, khususnya sebagai ibu, sangat vital dalam memajukan literasi di lingkungan keluarga. Hal ini menjadi fokus dalam gelar wicara bertema “Meningkatkan Peran Perempuan dalam Membangun Budaya Literasi di Lingkungan Keluarga dan Komunitas” yang pernah diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional terdahulu pada 25 November 2024.

Keluarga sebagai Pondasi Literasi

Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Giwo Rubianto Wiyogo, menekankan bahwa 111 organisasi anggota KOWANI terus berkolaborasi dengan masyarakat untuk mengadvokasi pembudayaan kegemaran membaca. Keluarga, dengan peran sentral ibu, menjadi ujung tombak dalam mendidik anak-anak agar cerdas dan gemar membaca. Semakin banyak perempuan yang terlibat dalam membangun budaya literasi, semakin banyak pula anak Indonesia yang tumbuh dengan kegemaran membaca.

Baca juga

Hari Anak Perempuan Sedunia 2023, Apakah Anak Perempuan Di Indonesia Masih Rentan Dengan Kekerasan?

Dukungan Perpustakaan Nasional

Perpustakaan Nasional mendukung upaya ini dengan menyalurkan bantuan bahan bacaan bermutu kepada 10.000 perpustakaan desa/kelurahan dan Taman Baca Masyarakat (TBM) di seluruh Indonesia. Setiap perpustakaan dan TBM menerima 1.000 eksemplar buku siap pakai yang dapat dimanfaatkan oleh keluarga, sekolah, dan komunitas baca di sekitarnya. Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Adin Bondar, menyatakan bahwa budaya literasi adalah investasi jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan keluarga, menjadikannya lebih kuat, harmonis, dan siap menghadapi tantangan kehidupan.

Hari Ibu: Menghargai Peran Perempuan dalam Pembangunan Bangsa

Peringatan Hari Ibu di Indonesia, yang jatuh pada 22 Desember, menjadi momen penting untuk menghargai jasa dan pengorbanan seorang ibu. Hari ini tidak hanya merayakan peran ibu dalam keluarga, tetapi juga mengingatkan akan pentingnya kedudukan ibu dalam pembangunan bangsa. Sejarah Hari Ibu di Indonesia bermula dari Kongres Perempuan Indonesia I pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta, yang menjadi tonggak perjuangan perempuan Indonesia untuk kesetaraan, hak pendidikan, dan hak suara politik.

Tema Hari Ibu 2024: Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045

Memperingati Hari Ibu ke-96, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menetapkan tema “Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045.” Menteri PPPA, Arifah Fauzi, menjelaskan bahwa tema ini melambangkan keterlibatan aktif perempuan dalam berbagai aspek kehidupan, baik di tingkat keluarga, masyarakat, maupun dalam pembangunan bangsa. Hari Ibu menjadi ajang untuk menegaskan pentingnya kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dalam semua aspek kehidupan, sehingga peran ibu dihargai tidak hanya dalam keluarga tetapi juga dalam pembangunan bangsa yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan