Nasional

Mahfud MD Ingatkan Pejabat Negara Waspada Terhadap Sorotan Flexing Hingga Pencucian Uang

20
×

Mahfud MD Ingatkan Pejabat Negara Waspada Terhadap Sorotan Flexing Hingga Pencucian Uang

Sebarkan artikel ini
Johnny G Plate
Dok. JabarHits

PEKANBARU, LITERASIAKTUAL.COM – Mahfud MD (Menko Polhukam dan Plt Menkominfo) memberikan peringatan keras kepada para pejabat negaya yang suka pamer (flexing) hingga praktik pencucian uang.

Mahfud MD mengaku tidak main-main dengan hal tersebut, karena kasus flexing serta pencucian uang pejabat negara menjadi sorotan khusus.

Hal tersebut diutarakan oleh beliau saat mengomentari polemik konser Coldplay di Tanah Air yang menuai serangkaian penolakan. Sehingga ia meminta pejabat negara juga berhati-hati.

Sebenarnya, untuk kepada para pejabat negara beliau juga mengatakan untuk flexing serta pencucian uang tersebut tidak hanya yang tampil di media sosial saja dan  yang viral, namun yang tidak terpantau oleh media sosial juga tetap harus diperiksa karena potensinya masih ada.

“Namun yang viral ini, berarti sudah cukup parah sudah tidak tahu malu,” ujar Mahfud MD

“Sampai viral itu tidak tahu malu saja, memperlihatkan hidup mewah di tengah masyarakat yang masih banyak hidup susah,” tambahnya.

budaya flexing tersebut menurut beliau adalah tentang Undang Undang Tindak Pidana Korupsi yang juga mendapat perhatian khusus.

Ketika harta yang dimiliki tidak sesuai perolehan pendapatan sebagai pejabat yang seharusnya, bisa saja itu dianggap korupsi.

“Pendapatan tidak sesuai dengan penghasilan itu berpotensi korupsi, maka bisa diperiksa,” kata Mahfud.

Ia juga mengatakan soal upaya menyamarkan uang haram jadi seolah-olah halal atau bukan hasil dari korupsi. Bahwa gaya hidup pejabat yang seperti ini memang persentasenya masih masih kecil, meski begitu bukan berarti dibiarkan.

Contohnya, pejabat negara terima suap Rp50 miliar tidak ketahuan, lalu datang ke Singapura tukar dollar, saat dikonfirmasi dibilang hasil judi dan menang dengan modal Rp1 juta.

“Itu termasuk pencucian uang harus diperiksa dan itu sudah diatur undang-undang tentang kekayaan yang berlebih,” ujar Mahfud.

Seperti juga soal gaji Rp150 juta per bulan setelah 5 tahun harusnya memiliki Rp9 miliar, namun setelah diperiksa punya Rp16 miliar.

“Nah, selisihnya itu patut diduga adalah pencucian uang, itu harus didalami dan diperiksa, bahkan sudah ada laporan soal itu,” kata Mahfud.

Namun beliau juga memastikan bahwa masih banyak pejabat yang hidupnya biasa-biasa saja, kecenderungan itu tidak bisa dipungkiri paling banyak di perkotaan.

Kemudian, beliau juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak perlu takut dengan serangkaian penolakan konser Coldplay yang akan berlangsung di Indonesia, sebagai salah satu sarana hiburan masyarakat tanah air serta untuk kepada para penggemar.

“Sepanjang konser itu tidak melanggar hukum, ya tidak apa-apa dan tidak perlu takut dengan pihak yang menolak,” kata Mahfud di kanal YouTube Najwa Shihab baru-baru ini.

Tinggalkan Balasan