Budaya

Busana Kebesaran Melayu Siak

Literasi
1904
×

Busana Kebesaran Melayu Siak

Sebarkan artikel ini
Busana
Sumber Foto : https://liandamarta.com/

Siak, Literasi – Busana Kebesaran Melayu Siak terbagi menjadi beberapa bagian seperti baju kurung, baju kurung leher cekak musang untuk laki-laki, baju kurung leher tulang belut untuk laki-laki, baju pesak sebelah, juga untuk laki-laki, baju empat saku  untuk laki-laki, baju kancing tujuh berikut celananya untuk laki-laki, baju kurung labuh untuk perempuan, baju kebaya untuk perempuan, baju kebaya labuh untuk perempuan, baju kurung singkat untuk perempuan, dan baju belah panjang untuk perempuan. Dalam istiadat Melayu semuanya tidak lepas dari unsur-unsur keagamaan yang saling berkaitan dengan pakaian perhiasan dan kelengkapan tradisional lainnya.

Model pakaian busana kebesaran Siak mendapatkan pengaruh dari dunia Barat contohnya seperti baju jas atau baju kot, baju double bros, dan pentalon. Selain mendapat pengaruh dari dunia Barat, busana kebesaran Siak juga mendapat pengaruh Islam yang menyebabkan timbulnya pepatah adat “adat bersendikan syarak, syarak bersendikan Kitabullah”.

Dalam Buku M.A Effendi (2004) mengatakan besarnya pengaruh Islam, menyebabkan timbulnya pepatah adat, “adat bersendikan syarak, syarak bersendikan Kitabullah”. Maksudnya orang Melayu Riau pemegang adat, berdasarkan kepada hukum syarak Islam. Maksudnya orang Melayu Riau pemegang adat, berdasarkan kepada hukum syarak Islam. Dalam Pakaian adat tradisional mempengaruhi perkembangan watak, nilai-nilai serta pandangan hidup yang terjelma dalam sikap dan tingkah laku, sopan santun yang didambakan oleh masyarakat orang Melayu di seluruh Riau. Berpedoman pada agama Islam jugalah maka pakaian adat tradisional daerah Riau terbentuk sedemikan rupa sehingga aurat tidak kelihatan/tertutup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *