TNI/POLRI

Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Digelar, Polisi Fokus Tindak 10 Pelanggaran Prioritas

Avatar
0
×

Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Digelar, Polisi Fokus Tindak 10 Pelanggaran Prioritas

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU (LA) – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Pekanbaru menggelar Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 mulai 8 hingga 21 Juni 2026. Operasi ini bertujuan meningkatkan disiplin masyarakat berlalu lintas serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya.

Kasat Lantas Polresta Pekanbaru, AKP Satrio Wicaksana, mengatakan pelaksanaan operasi ini didasarkan pada evaluasi Korlantas Polri yang masih menemukan tingginya angka pelanggaran lalu lintas.

Operasi ini dilaksanakan untuk memberikan efek jera kepada pelanggar serta meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas,” ujar Kasat, Minggu (7/6/2026).

Metode Penindakan:

· Represif: 50% (penindakan langsung)

· Pre-emtif: 30% (edukasi dan sosialisasi)

· Preventif: 20% (pencegahan)

· ETLE statis dan ETLE Mobile tetap dimanfaatkan

Sepuluh Pelanggaran Prioritas:

1. Tidak menggunakan helm standar (roda dua)

2. Tidak menggunakan sabuk pengaman (roda empat)

3. Menggunakan telepon seluler saat berkendara

4. Melanggar marka dan rambu lalu lintas

5. Menerobos lampu merah

6. Melebihi batas kecepatan

7. Melawan arus lalu lintas

8. Berboncengan melebihi ketentuan

9. Menggunakan knalpot brong

10. Kendaraan tidak sesuai spesifikasi teknis

Prioritas Tilang Manual (4 kategori):

· Melawan arus

· TNKB tidak sesuai ketentuan

· Stiker anti-reflektif/reflektif menghalangi kamera ETLE

· Knalpot brong dan kendaraan tidak sesuai spesifikasi

Kasat menegaskan bahwa tujuan utama operasi ini bukan semata-mata penindakan, melainkan membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu melengkapi surat-surat kendaraan, gunakan helm, jangan berboncengan lebih dari dua orang, jangan melawan arus, dan hindari knalpot brong,” katanya.

“Pada prinsipnya, Polantas tidak ingin membuat masyarakat bingung atau takut. Kami hanya ingin meningkatkan kesadaran masyarakat agar berkendara dengan benar, aman, dan sesuai aturan,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan