Siak

TPA Buantan Besar Siak Olah Sampah Menjadi Pupuk Organik “Siak Nusantara”

Avatar
12
×

TPA Buantan Besar Siak Olah Sampah Menjadi Pupuk Organik “Siak Nusantara”

Sebarkan artikel ini

SIAK (LA) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Siak memberikan apresiasi dan dukungan terhadap pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buantan Besar, Kecamatan Siak, menjadi pupuk organik bermerek “Siak Nusantara”. Program ini dinilai efektif dalam mengatasi penumpukan sampah sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Dukungan tersebut disampaikan Anggota DPRD Siak, Sujarwo, usai melakukan peninjauan kedua kalinya ke lokasi pengelolaan sampah bersama DLH serta Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Siak.

“Ini kali kedua saya meninjau lokasi ini bersama dinas terkait. Kami ingin melihat langsung dan mendata apa saja yang perlu disesuaikan agar produksi kelompok bank sampah semakin meningkat,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Fakta Pengelolaan Sampah TPA Buantan Besar:

· Volume sampah masuk: ±20 ton per hari
· Kapasitas olah saat ini: ±5 ton per hari
· Produk: Pupuk organik “Siak Nusantara”
· Potensi: Permintaan pasar mulai meningkat

Sujarwo menilai pengolahan sampah organik di TPA Buantan Besar memiliki prospek menjanjikan. Menurutnya, TPA seharusnya menjadi tempat pengelolaan sampah, bukan sekadar tempat pembuangan.

Ia menjelaskan bahwa kelompok pengelola masih terkendala fasilitas produksi sehingga baru mampu mengolah sekitar 5 ton dari 20 ton sampah yang masuk setiap hari.

“Mereka masih terkendala tempat dan mesin yang lebih canggih. Jika fasilitas terpenuhi, produksi bisa ditingkatkan dan sampah tidak lagi menumpuk hingga overload,” jelasnya.

Sujarwo menambahkan bahwa pengembangan usaha ini tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga berpotensi membuka lapangan kerja dan menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat sekitar.

DPRD Siak menyatakan siap membantu proses pengurusan perizinan usaha bagi kelompok pengelola pupuk organik agar usaha tersebut dapat berkembang lebih luas dan memiliki legalitas yang kuat.

“Permintaan dalam jumlah besar sudah mulai berdatangan. Ini menandakan potensi pengembangan usaha ini sangat tinggi ke depannya,” ungkapnya.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan fasilitas yang memadai, pengelolaan sampah menjadi pupuk organik diharapkan menjadi solusi pengurangan sampah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis lingkungan di Kabupaten Siak.

(Nisa m)

Tinggalkan Balasan