TNI/POLRI

Rutan Pekanbaru Ubah Lahan Tidur Jadi Kebun Produktif

21
×

Rutan Pekanbaru Ubah Lahan Tidur Jadi Kebun Produktif

Sebarkan artikel ini
Karutan Kelas I Pekanbaru bersama Dirkeswat (Dok Rutan Kelas I Pekanbaru)

PEKANBARU, (LA) – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Pekanbaru mengambil langkah progresif dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dengan cara yang unik dan inspiratif. Tak sekadar memanfaatkan lahan kosong, Rutan ini justru melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam mengelola kebun buah dan sayur sebagai bagian dari pembinaan yang berkelanjutan.

Langkah ini diprakarsai oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala Rutan Kelas I Pekanbaru, Nimrot Sihotang, yang menyulap lahan tidur menjadi sarana produktif untuk pelatihan sekaligus pemenuhan kebutuhan konsumsi internal.

Lahan Tidur Disulap Jadi Kebun Produktif

Program ini menargetkan optimalisasi sumber daya yang ada, khususnya lahan kosong di dalam lingkungan rutan.

  • Tanaman yang dikembangkan meliputi buah-buahan dan aneka sayuran,

  • Dikelola langsung oleh WBP sebagai bagian dari kegiatan pembinaan keterampilan,

  • Bertujuan memberi bekal ekonomi dan mental bagi WBP pasca-bebas.

“Kami ingin agar warga binaan memiliki keterampilan yang berguna, serta menjadi pribadi produktif ketika kembali ke masyarakat,” kata Nimrot Sihotang.

Penanaman Pohon dan Dialog Humanis

Dukungan terhadap program ini juga datang dari pusat. Direktur Kesehatan dan Perawatan Rehabilitasi Dirjenpas, Adhayani Lubis, hadir langsung dalam kegiatan penanaman pohon yang digelar di kawasan rutan, Rabu (2/7/2026).

“Kami berharap ini menjadi model inspiratif bagi UPT Pemasyarakatan lainnya. Ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan harus jalan beriringan dengan pembinaan yang humanis dan produktif,” ujarnya.

Selain kegiatan tanam pohon:

  • Adhayani juga melakukan dialog terbuka dengan WBP di blok hunian,

  • Meninjau dapur sehat Rutan guna memastikan standar kebersihan terpenuhi.

Dukungan Penuh Kanwil Ditjenpas Riau

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Riau, Maizar, menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan program pembinaan berbasis lingkungan ini.

“Selain memberi manfaat praktis, ini juga jadi ruang refleksi dan rehabilitasi warga binaan. Mereka belajar kerja keras dan peduli terhadap lingkungan,” jelas Maizar.

Menurutnya, pelibatan aktif WBP dalam kegiatan ini berperan penting dalam membentuk pola pikir dan perilaku yang lebih positif, yang sejalan dengan arah pembinaan pemasyarakatan modern.

Tinggalkan Balasan