Opini

PERLUNYA KERJASAMA EKONOMI KALTIM-KALTARA (2): ANALISIS INPUT-OUTPUT

Avatar
70
×

PERLUNYA KERJASAMA EKONOMI KALTIM-KALTARA (2): ANALISIS INPUT-OUTPUT

Sebarkan artikel ini

PERLUNYA KERJASAMA EKONOMI KALTIM-KALTARA (2): ANALISIS INPUT-OUTPUT

Oleh: Joko Supriyadi M.T.

Analisis Input-Output adalah kerangka analisis (analytical framework) yang menjelaskan secara kuantitatif saling-keterhubungan (interdependence) antar sektor ekonomi di suatu wilayah (Blair, 2009).

Analisis ini dikembangkan oleh Wassily Leontief pada tahun 1930an dan dianugerahi Medali Nobel atas karyanya tersebut pada 1973 karena diterapkan secara luas oleh pemerintah di seluruh dunia.
Badan Pusat Statistik (BPS,2016) membagi sektor ekonomi menjadi sektor Pertanian, Kehutanan, Perikanan, Pertambangan, Penggalian, Industri Pengolahan, Pengadaan Listrik, Gas, Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang, Konstruksi, Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor, Transportasi dan Pergudangan, Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, Informasi dan Komunikasi, Jasa Keuangan dan Asuransi, Real Estate, Jasa Perusahaan, Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib, Jasa Pendidikan, Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial dan Jasa lainnya. Klasifikasi sektor ekonomi dapat dibuat sesuai kebutuhan menjadi lebih detail (specific) dimana terdapat sub sektor atau dibuat umum dengan cara digabungkan menjadi satu sektor dengan ciri khas produk yang sejenis.

Setiap sektor tersebut menghasilkan output berupa barang dan jasa yang dijual (supply) untuk memenuhi permintaan-permintaan (demand). Ada dua jenis Demand, yakni permintaan bahan baku industri atau disebut juga permintaan antara (intermediate demand) dan permintaan barang jadi atau disebut juga permintaan akhir (final demand). Final Demand terdiri dari permintaan barang-barang rumah tangga (Household Consumption), permintaan barang modal usaha (investment), permintaan belanja pemerintah (Government Expenditure) dan permintaan luar negeri (export).

Data output setiap sektor untuk setiap jenis Demand biasanya dikumpulkan oleh Badan Pusat Statistik lima tahun sekali dan ditampilkan dalam bentuk tabel yang disebut Tabel Input-Output. Tabel ini lah yang digunakan dalam analisis input-output yang mana terdiri dari analisis struktur penawaran dan permintaan; analisis struktur output, nilai tambah dan permintaan akhir; analisis pengganda (multiplier effect); analisis sektor kunci (key sector) dan analisis dampak lingkungan dan sosial (BPS,2016; Miller, 2009).

Analisis struktur penawaran dan permintaan dilakukan untuk mengetahui karakter (elastisitas) setiap sektor ekonomi dalam merespon perubahan-perubahan permintaan atau penawaran. Analisis ini dapat digunakan misalnya untuk mengendalikan inflasi yang menjadi salah satu masalah di perekonomian Kaltim dan Kaltara.

Analisis struktur output, nilai tambah dan permintaan akhir dilakukan salah satunya untuk mengetahui porsi nilai tambah dan permintaan dari total output setiap sektor.

Misalnya diketahui bahwa sektor pertambangan merupakan penghasil nilai tambah terbesar dalam perekonomian Kaltara namun jika dibandingkan dengan total outputnya, porsi nilai tambahnya ternyata bukan yang terbesar. Yang terbesar ternyata real estate, misalnya dengan demikian pengambil kebijakan dapat memberi perhatian khusus pada real estate untuk mendorong peningkatan nilai tambah di daerah.

Analisis multiplier effect menjadi salah satu keistimewaan dalam analisis input-output, karena dapat digunakan untuk analisa dampak permintaan di suatu sektor terhadap seluruh sektor. Ada tiga jenis dampak yang bisa dihitung, yakni dampak awal (initial effect), dampak langsung (direct effect) dan dampak tidak langsung (indirect effect).

Misalnya, tahun 2025 pembangunan IKN senilai 100 triliun dikerjakan 10% nya oleh perusahaan konstruksi yang ada di Kaltim. Itu artinya pembangunan IKN menimbulkan initial effect sebesar 10 Triliun Rupiah kepada perekonomian Kaltim.

Perusahaan Konstruksi tersebut kemudian melaksanakan pembangunan dengan melibatkan sektor lainnya ketika mengeluarkan berbagai biaya untuk membeli material dan peralatan (yang tergolong dalam sektor perdagangan), menyewa kendaraan untuk kantor atau proyek (masuk sektor transportasi), kontrak rumah untuk karyawan (sektor akomodasi), membeli bahan makanan untuk pekerja (sektor makan dan minum), membayar PLN (sektor kelistrikan), membayar bpjs (sektor kesehatan), dan lain sebagainya. Misalnya total biaya tersebut adalah 5 triliun rupiah, maka direct effect pembangunan IKN terhadap perekonomian Kaltim adalah 5 triliun rupiah.

Selanjutnya, sektor-sektor yang terkena direct effect ini tentunya akan mengeluarkan biaya-biaya dan akan menggerakkan sektor-sektor yang memasok bahan baku atau jasa tertentu kepadanya. Pemasok bahan baku atau jasa tertentu tersebut juga akan mengeluarkan biaya untuk membeli bahan baku baik berupa barang atau jasa yang dibutuhkan untuk berproduksi dan seterusnya. Proses ini berjalan terus secara berantai seakan tiada habisnya sehingga akhirnya berdampak secara berantai pula.

Inilah yang disebut Indirect Effect. Kelebihan analisis input-output adalah kemampuannya menghitung indirect effect. Misalnya setelah dihitung indirect effect-nya adalah 2 Triliun rupiah.

Dengan demikian, berdasarkan analisis multiplier effect total dampak ekonomi pembangunan IKN terhadap perekonomian Kaltim adalah 17 Triliun rupiah (initial + direct + indirect effect). Tentunya penting untuk merinci, 17 Triliun itu ke sektor mana saja, sehingga bisa diketahui sektor mana yang paling banyak menyuplai bahan baku, sektor mana yang paling sedikit terdampak, dan lain sebagainya. Penting juga untuk mengetahui, seberapa besar dampaknya pada sektor-sektor di Kaltara baik secara langsung atau tidak langsung, mengingat secara alamiah ada keterkaitan antara perekonomian Kaltim dan Kaltara. Selain menghitung dampak (initial, direct dan indirect

effect) terhadap output, analisis multiplier ini dapat juga menghitung dampak terhadap PDRB/nilai tambah, pendapatan, pajak, impor, subsidi, profit, sewa dan berbagai indikator ekonomi lainnya.

Selanjutnya analisis input-output juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi sektor-sektor kunci, yakni sektor-sektor yang memiliki pengaruh paling besar di dalam perekonomian. Secara teknis, sektor kunci adalah sektor yang memiliki nilai indeks daya penyebaran (IDP) dan indeks derajat kepekaan (IDK) lebih tinggi lebih besar dari 1 (satu) (BPS,2008).

Bila suatu sektor memiliki IDP yang lebih besar daripada satu, maka ketika ada demand terhadap sektor tersebut, ia lebih banyak menggerakkan perekonomian daripada sektor lainnya. Adapun bila suatu sektor memiliki IDK lebih besar daripada satu, maka sektor tersebut lebih banyak men-supply perekonomian dibandingkan sektor-sektor lainnya ketika ada permintaan terhadap sektor-sektor tersebut.

Jika Kaltim dan Kaltara dianalisis secara terpisah, maka hanya sektor-sektor kunci yang mempengaruhi masing-masing wilayah itu yang dapat diketahui. Namun jika Kaltim dan Kaltara dianalisis secara gabungan (ekonomi regional), maka dapat diketahui sektor-sektor kunci yang mempengaruhi Kaltim dan Kaltara sekaligus. Oleh karena itu analisis input-output regional lebih tepat dalam mensukseskan kerjasama ekonomi antara Kaltim dan Kaltara.
Analisis berikutnya yang dapat dilakukan adalah analisis dampak terhadap lingkungan dan sosial. Analisis input-output juga dapat digunakan untuk menghitung dampak (initial, direct dan indirect) suatu kebijakan atau perubahan ekonomi terhadap jumlah polusi udara, limbah, penggunaan air, pembukaan lahan, penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan, dan berbagai permasalahan lingkungan atau sosial lainnya. Isu-isu ini tentunya akan semakin ramai kedepan seiring pesatnya pembangunan di Kaltim dan Kaltara sehingga perlu segera dikaji dan dijadikan bahan pertimbangan dalam kerjasama ekonomi Kaltim-Kaltara dalam mewujudkan ekonomi yang berkelanjutan.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai analisis input-output. Semoga penjelasan ini tidak membosankan, mudah dipahami dan mudah diingat. Pada tulisan berikutnya kami akan coba uraikan lebih dalam lagi mengenai Tabel Input-Output sebagai bagian paling penting dalam Analisis Input-Output.

Tinggalkan Balasan