Nasional

UMKM Puka Raih Omset Rp800 Juta, Fokus Pemberdayaan Penyandang Disabilitas

21
×

UMKM Puka Raih Omset Rp800 Juta, Fokus Pemberdayaan Penyandang Disabilitas

Sebarkan artikel ini
UMKM
Para pengrajin UMKM Puka (Pulas Katumbiri) sedang mengerjakan kerajinan (Foto: RRI/Nugroho)

Bandung, (LA) – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Puka (Pulas Katumbiri) yang berfokus pada pemberdayaan penyandang disabilitas, kini mencatatkan omset signifikan hingga Rp800 juta per tahun. Prestasi ini merupakan lonjakan besar dibandingkan dengan omset sebelumnya yang hanya mencapai Rp100 juta.

Kerja Sama dengan Berbagai Store di Dalam dan Luar Negeri

Pendiri Puka, Dessy Nur Anisa Rahma, mengungkapkan bahwa untuk mendukung peningkatan omset, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan beberapa consignment store di berbagai kota besar di Indonesia, seperti Pekanbaru, Jambi, Solo, dan Jakarta. Tidak hanya di dalam negeri, Puka juga menjalin kerja sama dengan dua store di luar negeri, yakni di Singapura dan Malaysia.

“Kami terus memperluas jaringan dan memberikan kesempatan bagi teman-teman difabel untuk menampilkan produk mereka di pasar yang lebih luas,” ujar Dessy di toko Puka yang terletak di The Park, Jl. Pahlawan, Bandung, Minggu (19/1/2025).

Baca juga

Digitalisasi UMKM Transformasi Bisnis dari Pandemi hingga Peningkatan Ekonomi Nasional

Pemberdayaan Difabel: Dari 10 ke 30 Pengrajin

Puka, yang awalnya hanya memiliki 10 pengrajin difabel, kini berangsur-angsur berkembang dengan bantuan dari berbagai pihak, termasuk PLN yang menjadi mitra binaan melalui program PLN Peduli. Saat ini, Puka memberdayakan 30 pengrajin difabel, dengan berbagai latar belakang disabilitas, seperti tuna daksa, tuna rungu, down syndrome, autisme, dan serebral palsi.

“Alhamdulillah, setelah mendapat dukungan dari PLN, kami bisa memperluas kesempatan kerja bagi teman-teman difabel. Keberadaan rumah produksi Creative House juga membuat mereka lebih nyaman dan produktif dalam bekerja,” tambah Dessy.

Kolaborasi dengan Sekolah Luar Biasa dan Dinas Sosial

Untuk mengembangkan lebih jauh lagi potensi penyandang disabilitas, Puka bekerja sama dengan berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB) di Bandung, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, serta komunitas difabel. Dengan tujuan untuk memperluas jangkauan pemberdayaan, Puka juga berencana untuk melakukan kolaborasi serupa di Yogyakarta dengan SLB di wilayah tersebut.

Peran PLN dalam Mendukung UMKM dan Penyandang Disabilitas

Program pemberdayaan penyandang disabilitas yang dilakukan oleh PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat menjadi bagian penting dalam mendorong kemandirian melalui pengembangan kewirausahaan.

“Sejak 2023, PLN telah membantu UMKM melalui program TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan), termasuk pembukaan off store di Pasar Kreatif Jawa Barat. Kami berharap, dengan pendampingan ini, produk dari teman-teman difabel bisa semakin dikenal dan meningkatkan perekonomian mereka,” kata Krisantus Hendro Setyawan, Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jawa Barat.

Selain itu, Krisantus menegaskan bahwa PLN berkomitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap kegiatan bisnisnya, termasuk mendukung UMKM seperti Puka.

Dengan langkah strategis dan dukungan yang kuat dari berbagai pihak, Puka terus berkembang dan memberikan peluang lebih besar bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam perekonomian melalui kewirausahaan.

Tinggalkan Balasan