Nasional

Respons Keluhan Warga, PT BJU Bangun Saluran Pipa untuk Cegah Luapan Air dari Lubang Tambang di Teluk Bayur

Avatar
27
×

Respons Keluhan Warga, PT BJU Bangun Saluran Pipa untuk Cegah Luapan Air dari Lubang Tambang di Teluk Bayur

Sebarkan artikel ini

Respons Keluhan Warga, PT BJU Bangun Saluran Pipa untuk Cegah Luapan Air dari Lubang Tambang di Teluk Bayur

Berau, Kalimantan Timur(LA) – Kekhawatiran warga Kelurahan Teluk Bayur, khususnya di wilayah RT 24, atas dampak lingkungan dari lubang bekas tambang milik PT Bara Jaya Utama (BJU) akhirnya mendapat tanggapan serius. Setelah berkali-kali merasakan dampak luapan air yang membanjiri akses jalan warga yang berada di lorong yang berasal dari area bekas galian tambang, hingga warga komplain melalui ketua RT setempat dan mengambil inisiatif untuk menuntut pertanggungjawaban dari pihak perusahaan.

Ketua RT 24 Teluk Bayur menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemanggilan resmi terhadap perwakilan PT BJU guna membahas persoalan ini secara langsung.

Hal itu dilakukan karena banjir di duga bersumber dari genangan air  bekas lubang tambang tersebut sebelumnya telah beberapa kali berdampak ke pemukiman warga, khususnya saat curah hujan meningkat. Air melimpas membuat kekhawatiran dalam jangka panjang jika tidak di tangani segera.

“Sudah pernah terjadi, bahkan tidak hanya sekali. Air dari lubang tambang itu bisa meluber sampai ke jalan dan rumah warga kalau hujan deras. Makanya kami langsung bertindak, memanggil perusahaan agar tidak ada lagi kejadian seperti itu,” ujar Ketua RT saat ditemui wawancarai awak media.

Menindaklanjuti keluhan tersebut, pihak PT BJU tidak tinggal diam. Perwakilan perusahaan yang terdiri dari Humas dan tim engineering langsung melakukan peninjauan lapangan bersama Ketua RT. Dari hasil survei lokasi dan diskusi bersama, disepakati bahwa langkah konkret harus segera dilakukan, yaitu dengan membangun sistem drainase sederhana melalui pemasangan pipa dan pembuatan parit yang mengarah ke saluran air utama agar air hujan tidak lagi tertahan dan meluber ke lingkungan warga.

Langkah ini pun diapresiasi oleh pihak RT dan warga, meski mereka tetap menekankan bahwa solusi yang diambil harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan bukan hanya sebagai tindakan sementara.

Tindakan yang dilakukan oleh pihak perusahaan adalah pemasangan pipa air  di titik-titik rawan genangan dari kolam lobang tambang dan mengalirkan ke lobang yang lebih besar.

Hingga pihak  PT.BJU enciptakan solusi bagi warga untuk terbebas dari risiko banjir akibat lubang tambang terbuka tersebut.

“Ini bagian dari upaya pencegahan. Kami tidak ingin kejadian serupa terus berulang ungkap salasatu pihak dari PT BJU.

Selaras dengan itu,Pak Rt mengakui sudah bertindak dalam mewujudkan harapan warga agar sebelum curah hujan semakin tinggi tidak terjadi resiko yang tidak di inginkan.

“Jangan sampai ada resikonya di belakang jika tidak di tangani  hanya karena kelalaian penanganan lingkungan,” tegas Ketua RT.

Pak RT Sebagai mediator juga menambahkan,bahwa komunikasi dengan perusahaan harus terus dibuka agar warga mendapatkan kepastian tentang tanggung jawab jangka panjang, termasuk soal kewajiban reklamasi lubang tambang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku yang sebelumnya beberapa warga telah melakukan penanganan darurat dengan menggali parit secara swadaya.

Kini warga mengaku lega karena  ada upaya nyata dari pihak perusahaan. Namun, mereka berharap pemerintah daerah dan instansi terkait ikut turun tangan untuk memastikan bahwa tindakan PT BJU bukan sekadar respons sesaat, melainkan bagian dari komitmen penuh terhadap pengelolaan pascatambang yang berkelanjutan dan berkeadilan bagi masyarakat sekitar.

Diketahui,saat ini pemasangan pipa dan saluran parit telah selesai.

 

(Teguh S.H)

 

Tinggalkan Balasan