Berau, (LA) – Ratusan warga dari berbagai kelurahan di Kota Berau turun ke jalan hari ini untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait kenaikan tarif air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Batiwakkal.
Aksi ini berlangsung di depan kantor DPRD.Kab.Berau dan diwarnai dengan orasi serta pembentangan spanduk yang menyatakan penolakan kenaikan Tarif Air Bersih yang berita sedang viral diperbincangkan masyarakat Berau.Selasa(7/1/25)
Dalam aksi yang berlangsung damai tersebut, warga menyampaikan keberatan mereka atas kenaikan tarif air yang dinilai memberatkan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Salah satu orator aksi Aliansi Masyarakat Berau menekan kepada DPRD Kab. Berau agar aspirasi ini dapat di indahkan
Selain itu Demonstran juga menyampaikan persoalan lainya seperti kebijakan lainnya pemerintah Berau yang kurangnya transparansi.
Point yang penting disampaikan oleh orator aksi adalah “Mengapa kenaikan tarif air bersih PDAM tidak transparansi dengan anggota DPRD Kab. Berau sebagai perwakilan rakyat,” ujar orator aksi.
Sementara Ketua DPRD kab.Berau Dedy Okto menjawab Aspirasi tersebut dengan sambutan akan memperjuangkan aspirasi masyarakat Berau untuk menekan pihak pengambil kebijakan untuk tidak menaikkan tarif air bersih sebesar 16 persen
Salasatu peserta aksi yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, bahwa kenaikan tarif ini tidak sebanding dengan kualitas layanan yang diberikan.
“Kami menuntut PDAM segera membatalkan kenaikan tarif ini! Air adalah milik rakyat dan diperuntukkan untuk masyarakat,kini tarif air dinaikkan , terkadang pasokan air tidak stabil, tetapi tarif terus naik. Banyak kejadian pelanggan telah dirugikan,” tegasnya dalam orasi.
Para peserta aksi juga meminta pemerintah daerah untuk turun tangan dan mengevaluasi kebijakan PDAM walau demikian telah di jawab oleh Bupati Berau dengan membatalkan kenaikan tarif tersebut warga tetap menyampaikan tuntutannya.
Pihak PDAM Berau sebelumnya mengumumkan kenaikan tarif air bersih sebesar 16 persen yang mulai berlaku awal bulan ini Januari 2025.
Pihak Perusda Berau berdalih bahwa kenaikan ini diperlukan untuk menutupi biaya operasional, serta pihak PDAM meminta masyarakat Berau kedepannya bijak dalam menentukan sikap agar transparan dalam mengambil keputusan.
Meski demikian, warga bersikukuh bahwa tanpa adanya peningkatan kualitas pelayanan, kenaikan tarif tidak dapat dibenarkan. Mereka berencana untuk melanjutkan aksi jika tuntutan mereka tidak diindahkan.
Aksi ini mendapatkan pengawalan ketat dari aparat keamanan untuk memastikan situasi tetap kondusif. Hingga berita ini diturunkan, belum ada kesepakatan yang tercapai antara pihak PDAM,DPRD dan warga Demonstran.(Teguh)














