Jakarta, (LA) – Pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai pelatih kepala Tim Nasional Indonesia. Keputusan ini diumumkan oleh Ketua PSSI, Erick Thohir, yang menyatakan perlunya arah kepemimpinan baru untuk meningkatkan performa skuad Garuda.
Pernyataan Resmi PSSI
Kabar Shin Tae-yong diberhentikan sebelumnya telah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Anggota Eksekutif PSSI, Khairul Anwar, bahkan sempat mengisyaratkan perpisahan dalam unggahannya.
“Timnas membutuhkan pelatih yang mampu membawa perubahan besar dan konsistensi. Kami berterima kasih atas dedikasi Shin selama ini, tetapi kami merasa saat ini adalah waktu yang tepat untuk perubahan,” ujar Erick Thohir dalam konferensi pers.
Pemicu Utama Pemecatan Shin Tae-yong
- Formasi Kontroversial saat Kalah dari China
Kekalahan dari China dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi salah satu alasan utama. Shin menggunakan formasi 5-4-1 yang dinilai tidak efektif, dengan menempatkan Ivar Jenner dan Nathan Tjoe-A-On di posisi kunci gelandang.
Keputusan ini dianggap blunder karena Timnas kehilangan ritme permainan dan kesulitan melakukan serangan balik. Baru setelah Thom Haye masuk di babak kedua, Indonesia mampu mencetak gol, meski akhirnya tetap kalah. - Minimnya Kesempatan untuk Eliano Reijnders
Keputusan Shin Tae-yong jarang memainkan Eliano Reijnders, pemain naturalisasi yang baru saja bergabung, memicu kritik tajam. Eliano, yang memiliki pengalaman di liga Eropa, dianggap bisa memberikan kontribusi besar bagi lini serang Garuda.
“Kami sudah bekerja keras untuk proses naturalisasi, tapi pemain yang diharapkan justru tidak dimanfaatkan maksimal,” ungkap seorang pengamat sepak bola. - Tersingkir di Piala AFF 2024
Hasil mengecewakan lainnya adalah kegagalan Timnas Indonesia melaju ke semifinal Piala AFF 2024. Kekalahan 0-1 dari Filipina melalui penalti di laga penentu membuat Indonesia hanya finis di peringkat ketiga Grup C.
Kekalahan tersebut, terutama di kandang sendiri, dianggap sebagai catatan buruk yang sulit diterima oleh suporter dan pengurus PSSI.
Reaksi dan Harapan ke Depan
Pemecatan Shin Tae-yong menuai beragam reaksi dari penggemar. Sebagian mendukung langkah PSSI untuk mencari pelatih baru yang lebih strategis, sementara yang lain menyayangkan keputusan ini mengingat kontribusi Shin dalam meningkatkan profesionalisme tim.
Erick Thohir memastikan bahwa PSSI sedang dalam proses mencari pengganti yang dapat membawa Timnas Indonesia ke level lebih tinggi. “Kami butuh pelatih yang tidak hanya memahami strategi, tetapi juga mampu memanfaatkan potensi penuh pemain,” tambahnya.
Akhir Karir Shin di Indonesia
Shin Tae-yong, yang mulai melatih Timnas Indonesia pada 2020, pernah membawa sejumlah perubahan positif, termasuk peningkatan performa pemain muda. Namun, rentetan hasil buruk di laga-laga penting menjadi akhir dari perjalanan karirnya bersama Garuda.
Dengan pergantian pelatih, masyarakat berharap Timnas Indonesia bisa segera bangkit dan kembali menjadi kekuatan yang disegani di Asia Tenggara maupun di kancah internasional.














