Jakarta, Literasiaktual.com – Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa dirinya tidak ingin ditarik ke sana kemari untuk urusan pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Jokowi mengaku masih berkonsentrasi pada pekerjaannya. Pasalnya, dia khawatir stabilitas politik di tanah air bisa terganggu jika tidak berkonsentrasi pada pekerjaannya.
“Kita semua harus bekerja keras, jangan sampai kehilangan fokus sehingga stabilitas politik kita terganggu,” kata Jokowi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakern as) Arus Bawah Jokowi (ABJ) di Hotel Grand Savero Bogor, Jawa Barat, seperti dikutip dari Kompas TV, Sabtu.
“Saya tidak ingin diolok-olok sana-sini, kita masih dalam posisi bekerja dan fokus hari ini agar negara kita tidak masuk ke dalam kategori-kategori yang tidak baik,” lanjut Jokowi.
Di sisi lain, Jokowi mengaku hanya akan tersenyum jika ada pihak-pihak tertentu yang menarik-nariknya ke sana kemari terkait Pilpres 2024. “Jadi kalau saya ditarik ke sana tidak apa-apa, senyum saja. Ditarik ke sana tidak apa-apa, senyum saja,” kata Jokowi.
Baca juga: Zulmansyah Sekedang layak jadi Ketua PWI Pusat, Programnya Tuai Banyak Pujian
Meskipun ia menyambut baik jika ada pihak-pihak yang menariknya ke sana kemari, ia memastikan bahwa ia tidak akan ditarik terlalu dalam. Saat ini, ada tiga calon presiden yang muncul, yaitu ketua umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan mantan gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Prabowo, yang juga menjabat sebagai menteri pertahanan, diusung oleh Partai Gerindra. Ganjar didukung oleh PDI-P dan Anies oleh Koalisi Perubahan Persatuan (KPP). Sejumlah pihak juga percaya bahwa Prabowo dan Ganjar saat ini sedang mencari dukungan Jokowi. Sekretaris jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto bahkan mengatakan bahwa Jokowi tidak akan mendukung calon presiden selain yang dicalonkan oleh partainya.
“Pak Jokowi memilih Pak Prabowo? Jadi saya luruskan, itu tidak benar,” klaim Hasto dalam sebuah pernyataan tertulis pada 4 Juli lalu. Klaim ini muncul setelah Jokowi sering memanggil Prabowo untuk berbicara di istana dalam beberapa waktu terakhir. Meskipun Prabowo selalu mengklaim bahwa pertemuan keduanya membahas masalah pertahanan.
Meski Pilpres 2024 sudah dekat, konstelasi politik di tingkat koalisi pengusung capres-cawapres masih cair. Sejauh ini, ada tiga poros koalisi yang terbentuk antara capres dan cawapres. Ganjar, misalnya, didukung oleh PDI-P bersama dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hanura, dan Partai Perindo. PPP sendiri merupakan anggota Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), bersama dengan Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Golkar.
Prabowo didukung oleh Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Koalisi ini belum memutuskan siapa yang akan mendampingi Prabowo sebagai calon wakil presiden. Pada saat yang sama, Gerindra dan PKB terus berkomunikasi dengan PAN dan Golkar, termasuk PDI-P dan partai pendukung Anies. Anies diusung oleh Koalisi Kekeluargaan yang terdiri dari Partai Demokrat, Partai Nasdem, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Koalisi ini belum memutuskan siapa yang akan mendampingi Anies sebagai cawapres. “Koalisi siapa dengan siapa, partai mana dengan partai mana, belum jelas. Kalau koalisi belum jelas, kita mau ngapain, kerja saja, setuju?” tanya Jokowi kepada para relawan.
“Setuju,” jawab para relawan.













