PEKANBARU, (LA) – Keberagaman Tari Zapin di Riau, seperti Zapin Meskom Bengkalis, Zapin Api Rupat, Zapin Siak, dan Zapin Lancang Kuning, menyimpan potensi besar sebagai atraksi pariwisata berbasis budaya. Keunikan filosofi, gerak, dan irama masing-masing varian dapat menjadi daya ungkit promosi wisata daerah.
Pernyataan Pemangku Adat
Ketua Umum MKA Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf, menekankan peran ganda zapin:
✔ Pelestarian budaya sebagai identitas Melayu Riau
✔ Penggerak pariwisata melalui atraksi yang autentik
“Zapin punya ciri gerak dan irama yang kuat. Ini nilai jualnya. Wisatawan bisa datang langsung ke Bengkalis, Siak, atau Pekanbaru untuk menikmatinya,” ujarnya pada Jumat (9/1/2026).
Filosofi dan Inspirasi Alam
Banyak gerakan zapin terinspirasi dari alam, seperti ombak laut dan angin, mencerminkan harmoni antara manusia dan lingkungan. Nilai filosofis ini menjadikan zapin tidak hanya indah, tetapi juga sarat pesan moral tentang keseimbangan hidup.
Contoh Atraksi Wisata: Zapin Api Rupat
Zapin Api di Pantai Rupat yang digelar malam hari telah menjadi contoh nyata pengembangan wisata budaya. Pertunjukan ini menawarkan pengalaman magis yang menggabungkan seni, tradisi, dan keunikan lokal.
Strategi Promosi Digital
Raja Marjohan mendorong promosi melalui:
✔ Konten digital (video, dokumenter)
✔ Visualisasi menarik untuk memancing minat wisatawan
✔ Integrasi paket wisata budaya yang melibatkan seniman dan UMKM lokal
“Kalau setiap penampilan dibuatkan konten, orang akan tertarik dan datang langsung ke lokasi,” jelasnya.
Dampak Ekonomi dan Pelestarian
Pengembangan zapin sebagai atraksi wisata diharapkan dapat:
1. Meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah
2. Memberdayakan seniman dan sanggar tari lokal
3. Menggerakkan ekonomi kreatif dan UMKM
4. Melestarikan warisan budaya secara berkelanjutan













