Berita

Fenomena Tanah Bergerak di Rembang Meluas, 5 Rumah Warga Rusak Berat dan 2 Unit Miring 45 Derajat

Avatar
0
×

Fenomena Tanah Bergerak di Rembang Meluas, 5 Rumah Warga Rusak Berat dan 2 Unit Miring 45 Derajat

Sebarkan artikel ini

REMBANG (LA) – Fenomena alam tanah bergerak kembali melanda Desa Gunungsari, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Akibatnya, sedikitnya lima unit rumah warga mengalami rusak berat, bahkan dua di antaranya dilaporkan miring hingga 45 derajat dan berada dalam kondisi kritis hampir roboh.

Berdasarkan rekaman video amatir warga yang beredar, kerusakan terlihat sangat masif. Puing-puing bangunan tampak berserakan terbawa material longsor, sementara bagian belakang beberapa rumah dilaporkan ambles dan hilang terbawa pergerakan tanah.

Kesaksian Warga: Rumah Bergerak Bertahap, Kini Kamar Mandi Hilang

Salah seorang warga, Khoriq, menceritakan pengalaman mencekam menyaksikan rumahnya perlahan-lahan bergerak dan ambles. Ia mengaku pergerakan tanah tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi bertahap dan semakin cepat saat hujan deras mengguyur.

“Bertahap pergerakan tanahnya, tidak langsung amblas. Tapi kalau hujan deras, gerakannya jadi lebih cepat. Pagi, malam, setiap waktu ada gerakan sampai ambles ke bawah,” ujar Khoriq kepada tim beritasatu.com, Rabu (25/2/2026).

Ia menambahkan bahwa bagian belakang rumahnya, termasuk kamar mandi, kini sudah hilang ambles ke bawah. Meski diselimuti rasa takut, Khoriq mengaku masih bertahan di bagian depan rumah yang tersisa. Ia menaksir kerugian yang dialaminya mencapai lebih dari Rp 50 juta.

BPBD: Kejadian Susulan Akibat Cuaca Ekstrem

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang telah turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan pendataan. Kalakhar BPBD Rembang, Muhammad Luthfi Hakim, menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan kejadian susulan yang diperparah oleh perubahan kondisi tanah yang ekstrem.

“Ini kejadian susulan kedua yang terjadi pada Sabtu kemarin saat curah hujan tinggi. Wilayah yang biasanya kekeringan, kondisi lapisan tanah bagian bawahnya menjadi labil dan bergeser turun saat diguyur hujan,” jelas Luthfi.

Ia menambahkan bahwa kondisi cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Rembang dalam sebulan terakhir menjadi pemicu utama meluasnya pergerakan tanah. Berdasarkan pendataan sementara, panjang lokasi tanah bergerak mencapai 62 meter.

Bantuan Mulai Disalurkan, Warga Diimbau Waspada

Pemerintah Kabupaten Rembang bersama instansi terkait kini mulai menyalurkan bantuan kepada para korban. Pihak BPBD juga tengah mengkaji solusi jangka panjang, mengingat kondisi tanah yang masih berpotensi bergerak jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Warga diimbau untuk tetap waspada dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika muncul tanda-tanda seperti rekahan tanah baru atau suara gemuruh di sekitar lokasi pemukiman.

“Hingga saat ini, lima rumah terdata mengalami rusak berat. Kami terus memantau perkembangan dan mengimbau warga untuk tidak lengah,” tutup Luthfi.

Penulis: Nisa M Zendrato Editor: Nmz

Tinggalkan Balasan