Berita

Arus Balik di Kepulauan Meranti Memuncak – 7.584 Penumpang Dalam Sehari

Avatar
13
×

Arus Balik di Kepulauan Meranti Memuncak – 7.584 Penumpang Dalam Sehari

Sebarkan artikel ini

SELATPANJANG (LA) – Suasana Lebaran di Kepulauan Meranti belum benar-benar usai. Di tengah arus balik Idulfitri 1447 Hijriah yang masih bergulir, datangnya momentum Cengbeng justru memperpanjang gelombang pergerakan masyarakat. Akibatnya, Pelabuhan Selatpanjang menjadi saksi padatnya mobilitas warga yang datang dan pergi.

Rekor Pergerakan H+7: 7.584 Penumpang dalam Sehari

Berdasarkan data KSOP Kelas IV Selatpanjang per 28 Maret 2026, jumlah penumpang dalam sehari mencapai 7.584 orang. Rinciannya, 2.611 penumpang tiba dan 3.301 lainnya berangkat—angka yang melampaui seluruh pergerakan sejak awal arus balik Lebaran.

Lonjakan ini bukan terjadi tiba-tiba. Sejak H+2, grafik pergerakan penumpang terus menunjukkan tren menanjak:

· H+2: 5.799 penumpang
· H+3: 6.418 penumpang
· H+4: 5.770 penumpang (melandai)
· H+5: 6.450 penumpang
· H+6: 6.966 penumpang
· H+7: 7.584 penumpang (rekor tertinggi)

Dua Momen dalam Satu Waktu

Fenomena ini disebut sebagai dampak langsung bertemunya dua momen besar dalam satu waktu. Kepala KSOP Kelas IV Selatpanjang, Derita Adi Prasetyo, melalui petugas Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan, Ade Kurniawan, menilai kondisi tahun ini berbeda dari pola arus balik biasanya.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya, setelah H+2 arus cenderung menurun. Namun kali ini terus meningkat karena bersamaan dengan Cengbeng, sehingga mobilitas masyarakat tetap tinggi,” ungkap Ade kepada GoRiau.com, Minggu (29/3/2026).

Ia menjelaskan, selain pemudik yang kembali ke tempat aktivitasnya, Kepulauan Meranti juga dibanjiri warga yang pulang untuk menjalankan tradisi Cengbeng—ziarah kubur yang menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Tionghoa setempat. Tradisi ini membuat arus perjalanan tidak hanya satu arah, tetapi berlangsung dinamis di kedua sisi.

Pelabuhan Tanjung Harapan: Titik Terpadat

Kepadatan paling terasa di Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang. Sejak pagi hari, antrean penumpang terlihat mengisi ruang tunggu hingga loket tiket. Meski demikian, situasi tetap terkendali berkat pengaturan petugas yang mengarahkan alur penumpang secara bergantian.

Pengawasan Diperketat, Keselamatan Prioritas

Mengantisipasi lonjakan ini, pengawasan di pelabuhan diperketat. Pemeriksaan tiket dilakukan lebih intensif, arus naik dan turun penumpang diatur ketat, dan kapasitas kapal diawasi agar tidak melampaui batas.

Tak hanya itu, aspek keselamatan menjadi perhatian utama. Setiap kapal yang akan berlayar harus melalui pengecekan kelayakan, termasuk kesiapan alat keselamatan seperti jaket pelampung serta keakuratan data manifest penumpang.

“Kami memprioritaskan pengawasan di titik-titik rawan kepadatan, terutama di Pelabuhan Tanjung Harapan. Semua prosedur keselamatan wajib dipenuhi sebelum kapal diberangkatkan,” tegasnya.

Operasional Tetap Lancar

Meski tekanan arus penumpang meningkat tajam hingga H+7, operasional pelayaran di Selatpanjang tetap berjalan lancar. KSOP memastikan pelayanan tetap optimal, sehingga masyarakat yang bepergian dalam momen Lebaran dan Cengbeng dapat terlayani dengan aman dan tertib.

Fenomena tahun ini menjadi catatan tersendiri bagi penyelenggara transportasi laut di Kepulauan Meranti: bahwa perpaduan dua tradisi besar dalam waktu bersamaan mampu melipatgandakan mobilitas warga, sekaligus menuntut kesiapan ekstra dari seluruh pemangku kepentingan.

Tinggalkan Balasan