Olahraga

Program Indonesian Student Athlete: Langkah NOC Indonesia Ciptakan Atlet Berprestasi dan Berpendidikan

Avatar
30
×

Program Indonesian Student Athlete: Langkah NOC Indonesia Ciptakan Atlet Berprestasi dan Berpendidikan

Sebarkan artikel ini

JAKARTA (LA)– Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) resmi mensosialisasikan program Indonesian Student Athlete, sebuah inisiatif untuk menciptakan ekosistem pembinaan atlet pelajar yang holistik, dengan mengintegrasikan pendidikan formal dan prestasi olahraga sejak usia dini.

Program ini merupakan kolaborasi antara Komisi Culture & Education, Komisi Atlet, dan National Olympic Academy (NOA) Indonesia, sebagai upaya menghadirkan jalur pengembangan atlet yang tidak mengesampingkan pendidikan.

Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya atlet yang unggul di arena olahraga dan juga akademik.

“Program ini adalah komitmen nyata kami untuk melahirkan atlet yang berintegritas, berprestasi, dan cerdas. Tidak boleh ada lagi anak Indonesia yang harus memilih antara pendidikan atau olahraga. Keduanya harus bisa berjalan beriringan,” ujar Oktohari.

Acara sosialisasi juga menghadirkan tokoh nasional dan atlet berprestasi, seperti:

  • Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian
  • Juara Olimpiade Tokyo 2020 Greysia Polii
  • Lifter Eko Yuli Irawan (peraih empat medali Olimpiade)
  • Juara dunia jetski Aero Sutan Aswar

Mereka berbagi pengalaman dan berdiskusi bersama atlet serta pelatih dari berbagai cabang olahraga di bawah naungan NOC Indonesia.

Hetifah Sjaifudian, dalam sambutannya, menekankan pentingnya sistem pendidikan yang adaptif bagi atlet pelajar.

“Anak-anak Indonesia yang memilih menjadi atlet tidak boleh kehilangan masa depan pendidikannya. Kita harus siapkan sistem pembelajaran fleksibel, kurikulum khusus, dan beasiswa untuk mendukung mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Eko Yuli Irawan menceritakan perjuangannya menyelesaikan pendidikan di tengah padatnya jadwal pelatnas. Ia bahkan menyelesaikan SMA melalui jalur Paket C.

“Sebagai atlet, kita harus disiplin membagi waktu antara latihan dan sekolah agar keduanya bisa tercapai dengan baik,” ungkapnya.

Program Indonesian Student Athlete diharapkan menjadi tonggak awal lahirnya ekosistem olahraga nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui dukungan lintas sektor, masa depan atlet Indonesia diyakini akan lebih cerah, baik di dalam lapangan maupun di dunia pendidikan. ***

Tinggalkan Balasan