Beijing, (LA) – Pemerintah Tiongkok mengambil langkah drastis di tengah memanasnya hubungan dagang dengan Amerika Serikat. Seluruh maskapai penerbangan domestik diperintahkan untuk menghentikan akuisisi pesawat dari Boeing, raksasa dirgantara asal AS.
Instruksi Resmi: Stop Pesanan Boeing dan Komponen Buatan AS
Mengutip laporan Bloomberg News yang dilansir oleh CBS, pemerintah Tiongkok juga memperluas larangan pembelian hingga ke suku cadang dan berbagai komponen penerbangan lain yang berasal dari perusahaan-perusahaan AS. Kebijakan ini dipandang sebagai tekanan langsung terhadap sektor penerbangan Amerika.
Saham Boeing Langsung Tertekan
Keputusan Tiongkok tersebut berdampak cepat di pasar saham. Boeing mencatat penurunan harga saham sebesar USD2,59 atau 1,6 persen, menjadi USD156,74 dalam perdagangan pagi. Meski perusahaan menolak memberikan tanggapan resmi, pasar telah bereaksi atas sentimen negatif ini.
Baca juga
Korsel Gelontorkan Rp46 Triliun Selamatkan Industri Otomotif dari Gempuran Tarif Trump
Tarif Balasan Mencekik Harga Pesawat Buatan AS
Langkah penghentian ini muncul setelah Tiongkok menerapkan tarif balasan yang tinggi terhadap berbagai produk asal AS, termasuk pesawat terbang dan komponennya. Tarif mencapai 125 persen—angka yang mencerminkan respons terhadap kebijakan tarif Presiden Donald Trump yang sebelumnya mencapai 145 persen untuk barang-barang impor asal Tiongkok.
Kondisi tersebut menyebabkan lonjakan harga yang signifikan, menjadikan pesawat dan suku cadang buatan AS nyaris tidak terjangkau bagi maskapai Tiongkok.
Dampak Langsung: Pengiriman Boeing 737 Max Terancam
Boeing sebelumnya dijadwalkan akan mengirimkan sekitar 10 unit pesawat 737 Max kepada berbagai maskapai di Tiongkok. Namun, dengan kebijakan baru ini, pengiriman tersebut kini berada dalam ketidakpastian.
Trump: “Kesepakatan Besar Dibatalkan oleh Tiongkok”
Dalam pernyataannya di platform Truth Social, mantan Presiden Donald Trump menuduh Tiongkok membatalkan sebuah “kesepakatan besar” dengan Boeing. Ia mengklaim bahwa Tiongkok telah menolak menerima pesawat-pesawat yang sebelumnya telah dipesan dan dikomitmenkan.
Konflik Dagang Mengarah ke Awan Gelap Industri Penerbangan
Konflik dagang antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia kini memasuki babak baru. Jika ketegangan ini terus berlanjut, bukan hanya sektor penerbangan AS yang terdampak, tetapi juga stabilitas perdagangan global dan kemitraan industri strategis antarnegara.











