Jakarta, (LA) – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU II Dumai kembali mencatat prestasi membanggakan lewat torehan dua penghargaan Pilar Lingkungan dalam ajang TJSL & CSR Award 2025, yang digelar oleh BUMN Track pada Rabu (25/6/2025) di Hotel Borobudur, Jakarta. Prestasi ini mengukuhkan komitmen Kilang Dumai dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.
Dalam kompetisi bertema “Transformasi TJSL BUMN untuk Ketahanan Sosial, Lingkungan, dan Ekonomi Berkelanjutan”, Kilang Dumai dan unit operasi Sungai Pakning berhasil memukau dewan juri berkat program-program inovatif yang berdampak langsung terhadap masyarakat pesisir dan kawasan gambut.
1. Platinum untuk Program Bedelau Minapolitan: Tangguh dari Pesisir
• Program unggulan Bedelau Minapolitan dianugerahi penghargaan kategori Platinum, tertinggi di ajang TJSL & CSR Award 2025.
• Inisiatif ini menyasar kawasan pesisir Dumai seperti Kelurahan Tanjung Palas dan Mundam, dengan pendekatan integratif antara sosial, ekonomi, dan lingkungan.
• Program turunan seperti PESIAR (penataan kawasan pesisir), TANKER (penguatan ekonomi nelayan), PINAS, dan BIDUK menghasilkan dampak konkret:
• 85 meter garis pantai Mundam terlindungi, dengan peningkatan sedimentasi mencapai 773 m².
• Hasil tangkapan nelayan naik dari rata-rata 5 kg menjadi 10–15 kg sekali melaut.
• 57 dari 70 nelayan ngokang beralih ke pekerjaan ramah lingkungan seperti budidaya ikan dan laundry hijau.
“Capaian ini menjadi bukti bahwa keberlanjutan tidak hanya wacana, tapi aksi nyata di lapangan,” ujar Agustiawan, Area Manager Communication, Relations & CSR KPI Kilang Dumai.
2. Gold untuk Kampung Gambut Berdikari: Konservasi, Inovasi, dan Kemandirian
• Melalui unit operasi Sungai Pakning, KPI Dumai meraih penghargaan kategori Gold berkat program Kampung Gambut Berdikari.
• Program ini menyasar kelompok rentan di lahan gambut seperti perempuan, petani parsial, hingga masyarakat terdampak bencana.
• Salah satu inovasi unggulannya adalah budidaya lebah gambut ramah lingkungan yang menghasilkan produk Madu Biene—lengkap dengan ekstraktor madu berpaten.
• Dampak signifikan dari program ini:
• Menekan risiko karhutla akibat perburuan lebah tradisional.
• Mendukung penghidupan alternatif berkelanjutan di kawasan rawan perubahan iklim.
• Diakui sebagai lokasi Program Kampung Iklim (Proklim) oleh KLHK RI.
• Mendapat IKM kategori A dengan nilai 83,86, sekaligus berkembang menjadi kawasan eduwisata.
3. Pengakuan Nasional dan Kepemimpinan Inklusif
• Iswandi, Supervisor General Affair KPI Kilang Dumai – Sungai Pakning, dianugerahi penghargaan “Strong Commitment Senior Officer on Environment Program of TJSL & CSR”.
• Dedikasi Iswandi dalam menjaga keberlanjutan program Kampung Gambut Berdikari menjadi representasi konsistensi kepemimpinan lingkungan di sektor industri energi.
4. Jejak Prestasi Kilang Dumai: Dari PROPER Emas hingga CSR Impact
• Sebelumnya, Kilang Dumai juga berhasil meraih PROPER Emas dari KLHK RI pada 2024, menjadi satu-satunya perusahaan di Riau yang meraihnya untuk periode 2023–2024.
• Penghargaan ini semakin mempertegas posisi KPI Dumai sebagai entitas bisnis yang menjalankan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance) secara utuh dan konsisten.
• Kolaborasi aktif antara perusahaan, masyarakat, dan pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan transformasi tanggung jawab sosial ke dalam strategi perusahaan.
Menjawab Tantangan, Mengukir Solusi Berkelanjutan
Dengan pendekatan yang menyentuh akar permasalahan lingkungan dan sosial, Kilang Dumai menegaskan bahwa pertumbuhan industri dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan. Raihan Platinum dan Gold menjadi simbol keberhasilan bukan hanya dalam angka, tetapi dalam perubahan nyata kehidupan masyarakat dan ekosistem lokal.














