Ruang dekompresi atau hyperbaric chamber berfungsi sebagai terapi oksigen bertekanan tinggi untuk mengatasi Decompression Sickness, kondisi medis akibat terbentuknya gelembung gas dalam pembuluh darah karena perubahan tekanan yang ekstrem.
“Ketika penyelam turun ke kedalaman, tekanan meningkat. Jika naik terlalu cepat, nitrogen tidak sempat keluar secara normal. Chamber adalah satu-satunya jalan untuk menormalkan kondisi itu,” jelasnya.
DDC yang digunakan dalam penanganan dekompresi umumnya bertipe Twin Lock, mampu menampung lebih dari satu pasien dan dioperasikan oleh tenaga medis terlatih dengan standar keselamatan ketat.
Tanpa operator bersertifikat, chamber tidak dapat dijalankan meski fisik alat tersedia.
Informasi yang berkembang menyebutkan, chamber tersebut berada di wilayah Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, dan direncanakan ditempatkan di rumah sakit umum baru.Bahkan, sebelumnya disebut telah ada pelatihan tenaga medis dari Kabupaten Berau untuk menjadi operator chamber.
Namun hingga kini, keterbatasan SDM menjadi penghambat utama pengoperasian alat tersebut.
Bagi para penyelam, persoalan ini tidak boleh lagi dibiarkan berlarut.
Intensitas penyelaman yang tinggi, variasi kedalaman yang ekstrem, serta meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara membuat keberadaan chamber yang siap pakai menjadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar rencana.
“Keselamatan tidak cukup hanya dengan alat. Harus ada manusia yang siap mengoperasikannya. Ini harus menjadi pertimbangan serius pemerintah daerah,” tegasnya.














