Berau, Kalimantan Timur (L.A) — Kepala Kampung Payung-Payung, Riko, menegaskan bahwa masyarakat pesisir di Kampung Payung-Payung, Kecamatan Maratua, lebih membutuhkan pembangunan tanggul pemecah ombak atau breakwater untuk mengatasi abrasi pantai yang terus terjadi, bukan relokasi seperti isu yang sempat berkembang.minggu(29/03/26)
Menurutnya, kondisi abrasi di kawasan pesisir saat ini semakin memerlukan penanganan serius karena gelombang laut terus mengikis garis pantai dan mulai mengancam badan jalan serta area di sekitar permukiman warga.
Riko menjelaskan, pembangunan tanggul pemecah ombak dinilai menjadi solusi yang paling dibutuhkan masyarakat karena berfungsi melindungi kawasan pesisir dari dampak gelombang laut sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas warga yang sehari hari bergantung pada wilayah pantai.
Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak pernah menjadikan relokasi sebagai harapan utama dalam menghadapi abrasi. Sebaliknya, warga berharap adanya pembangunan infrastruktur pengaman pantai agar lingkungan tempat tinggal mereka tetap aman dan kehidupan ekonomi masyarakat dapat terus berjalan.
Menurut Riko, kawasan pesisir Kampung Payung-Payung memiliki peran penting bagi masyarakat, terutama bagi nelayan, pelaku UMKM, serta aktivitas ekonomi lainnya yang tumbuh di sekitar garis pantai.
Selain menopang kehidupan masyarakat, kawasan pantai juga menjadi bagian dari daya tarik wisata kampung yang selama ini ramai dikunjungi wisatawan, sehingga penanganan abrasi dinilai penting untuk menjaga kenyamanan lingkungan dan keberlanjutan sektor wisata.***














