Tidak hanya untuk penyakit dekompresi, chamber hiperbarik juga digunakan sebagai pertolongan darurat pada berbagai kondisi lain, seperti keracunan karbon monoksida, kecelakaan selam, serta gangguan pernapasan akibat paparan tekanan ekstrem.
Dalam konteks keselamatan, keberadaan chamber menjadi penentu antara pemulihan dan risiko komplikasi jangka panjang.
Dari sisi jenis, chamber hiperbarik terbagi menjadi dua kategori utama.
Chamber permanen umumnya tersedia di rumah sakit atau pusat kesehatan yang memiliki fasilitas kedokteran hiperbarik.
Sementara itu, mobile hyperbaric chamber atau chamber portabel dirancang untuk kebutuhan lapangan, ditempatkan di dalam kendaraan khusus atau ambulans chamber, sehingga dapat menjangkau lokasi penyelaman terpencil dengan waktu respons yang lebih cepat.
Selain fungsi medis, chamber hiperbarik juga dimanfaatkan untuk pelatihan dan peningkatan standar keselamatan penyelam.
Melalui simulasi kondisi darurat, penyelam dapat dilatih memahami risiko, prosedur evakuasi, serta pentingnya disiplin terhadap protokol keselamatan.
Dengan meningkatnya aktivitas penyelaman, baik untuk pariwisata, penelitian, maupun industri maritim, keberadaan chamber hiperbarik menjadi kebutuhan mendesak.
Alat ini tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga menjadi indikator keseriusan sebuah wilayah dalam menjamin keselamatan penyelam dan aktivitas kelautan secara berkelanjutan.***














