BATAM (LA) – Sebuah momentum langka dan penuh kehangatan terjadi di kawasan Batam Center, Senin (19/1/2026). Sebanyak sembilan bupati yang berasal dari tiga provinsi berbeda Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, hingga Aceh berkumpul di satu titik. Kehadiran para kepala daerah ini bukan untuk agenda politik, melainkan memberikan dukungan penuh atas peresmian Rumah Makan (RM) Asna Jaya Coto Makassar.
Peristiwa ini menjadi sorotan publik karena dinilai sebagai simbol kuatnya solidaritas dan upaya melestarikan kekayaan kuliner Nusantara, khususnya cita rasa khas Bugis-Makassar, di tanah rantau.
Bupati Wajo, H. Andi Rosman, S.Sos., M.M., yang didapuk mewakili rekan-rekannya, menuturkan bahwa kehadiran gerai ini menjadi pengobat rindu bagi para perantau. Ia menyebut peresmian ini sangat istimewa karena membawa autentisitas rasa langsung dari daerah asalnya.
“Ini merupakan momen kebanggaan bagi kami. Kehadiran RM Asna Jaya ini menjadi satu-satunya destinasi kuliner Coto Makassar yang autentik di Batam saat ini,” ujar Andi Rosman di sela-sela peresmian.

Lebih dari sekadar bisnis, kehadiran rumah makan yang berlokasi strategis di dekat bandara ini diharapkan menjadi duta kuliner yang memperkenalkan kelezatan Coto Makassar kepada masyarakat luas di Kepulauan Riau. Akses yang mudah dijangkau menjadi nilai tambah bagi wisatawan maupun warga lokal yang ingin menikmati sajian berkuah kaya rempah tersebut.
Berdayakan Ekonomi Warga Lokal
Di sisi lain, Owner RM Asna Jaya, Andi Efe, tak dapat menyembunyikan rasa harunya atas apresiasi yang diberikan oleh sembilan kepala daerah tersebut. Menurutnya, dukungan ini menjadi motivasi besar bagi manajemen untuk memberikan pelayanan terbaik.
Menariknya, Andi Efe tidak hanya memikirkan keuntungan bisnis semata. Dalam konsep usahanya, ia menyisipkan misi sosial untuk memberdayakan ekonomi kerakyatan.
“Kehadiran para bupati adalah kehormatan luar biasa bagi kami. Sebagai bentuk timbal balik kepada masyarakat Batam, kami membuka ruang bagi warga sekitar untuk ikut berjualan di area rumah makan ini tanpa dipungut biaya sewa. Kami ingin tumbuh dan berkembang bersama warga lokal,” tegas Andi Efe.
Peresmian ini diharapkan menjadi pemicu geliat pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Batam, sekaligus memperkaya khazanah wisata kuliner di kota yang berbatasan langsung dengan negara tetangga ini. (Rrz)














