Pekanbaru, (LA) – Kepolisian Daerah (Polda) Riau secara resmi melepas ratusan personel Brimob yang tergabung dalam Satuan Tugas Darurat Jembatan sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan pembangunan infrastruktur di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Kegiatan pelepasan tersebut berlangsung pada Rabu, 28 Januari 2026.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heriawan menegaskan bahwa pembentukan dan pemberangkatan satgas ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur dasar di daerah.
“Kami hadir untuk melepas Satgas Darurat Jembatan. Ini merupakan perintah Presiden Prabowo Subianto yang harus kita laksanakan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Kapolda Riau.
Hasil Asesmen: 26 Jembatan Butuh Penanganan
Berdasarkan hasil asesmen yang telah dilakukan sebelumnya, Kapolda Riau mengungkapkan bahwa terdapat 26 titik jembatan di Provinsi Riau yang membutuhkan penanganan serius, baik berupa pembangunan baru maupun perbaikan.
Dari jumlah tersebut, 17 jembatan direncanakan akan dibangun baru dengan total panjang mencapai 463 meter, sementara 9 jembatan lainnya akan direnovasi dengan total panjang sekitar 263 meter.
Libatkan Ratusan Personel Brimob dan Polres
Untuk mendukung kelancaran program tersebut, Polda Riau mengerahkan 170 personel Brimob, serta 80 personel tambahan dari jajaran Polres di wilayah Riau. Personel ini akan bertugas mengamankan serta memastikan seluruh proses pembangunan dan renovasi jembatan berjalan dengan aman dan tertib.
“Personel yang diterjunkan akan mengawal kegiatan di lapangan agar pelaksanaan pembangunan jembatan dapat berjalan lancar dan sesuai rencana,” jelas Kapolda.














