SIAK (LA) – Dalam rangka melestarikan permainan tradisional Melayu, Pemerintah Kabupaten Siak melalui Wakil Bupati Syamsurizal membuka Festival Gasing Berembang Ke-V di Gelanggang Gasing Antan-Antan Ma’dun, Kampung Rawang Kao Barat, Sabtu (24/1/2026). Kegiatan ini diikuti 23 tim (sekitar 161 peserta) dari Siak dan Kepulauan Meranti.
Pesan Pelestarian Budaya
Wabup Syamsurizal menyoroti menurunnya minat generasi muda terhadap permainan rakyat akibat perkembangan teknologi.
“Anak-anak kini lebih banyak bermain gadget. Kita perlu menghidupkan kembali gasing dengan membiasakannya di sekolah dan menggelar lomba secara berkelanjutan,” tegasnya.
Peran Pemerintah dan Komunitas
Pelestarian permainan tradisional, menurutnya, memerlukan sinergi antara:
✔ Pemerintah sebagai penggerak kebijakan
✔ Sekolah sebagai ruang pembiasaan
✔ Komunitas dan keluarga sebagai pelaku aktif
“Sebagai daerah Melayu, permainan tradisional harus tetap hidup dan jadi bagian identitas budaya kita,” tambahnya.
Konteks Kegiatan
Festival ini sekaligus memperingati Hari Jadi Kampung Rawang Kao Barat ke-13 (berdiri 2 Januari 2013). Ketua PERGASI Riau, Arifin, menyampaikan kebanggaannya atas perkembangan kampung yang terus mampu bersaing.
Harapan ke Depan
Melalui festival ini, diharapkan:
1. Generasi muda semakin tertarik mengenal dan memainkan gasing
2. Permainan tradisional dapat diintegrasikan dalam kegiatan edukasi
3. Gasing tetap menjadi warisan budaya yang hidup dan dinamis.














