Pemerintahan

Pelaku Usaha Lokal Berau Keluhkan Dominasi Kontraktor Luar Daerah

Avatar
17
×

Pelaku Usaha Lokal Berau Keluhkan Dominasi Kontraktor Luar Daerah

Sebarkan artikel ini

Pelaku Usaha Lokal Berau Keluhkan Dominasi Kontraktor Luar Daerah

Berau, Kaltim (L.A) — Sejumlah pengusaha jasa konstruksi lokal di Kabupaten Berau mempertanyakan proses dan hasil lelang paket pekerjaan pelabuhan dan dermaga tahun anggaran 2025 di lingkungan Dinas Perhubungan.

Mereka menilai banyak paket dimenangkan perusahaan luar daerah, sementara kontraktor lokal yang ikut tender tidak memperoleh kesempatan, meski sejumlah pekerjaan di lapangan disebut belum selesai hingga awal 2026.

Sejumlah kontraktor lokal peserta lelang 2025 menyebut, beberapa paket pekerjaan pelabuhan di tanjung redeb,pesisir utara dan selatan seperti Tanjung Batu, Pulau Maratua,dan tanjung redeb dimenangkan perusahaan dari luar Berau.

“Beberapa paket pelabuhan 2025 hampir semua dikerjakan perusahaan dari luar Berau. Sementara kami pengusaha lokal ikut lelang tapi kalah. Harusnya ada peluang bagi kontraktor daerah,” ujarnya.

Ia menilai kondisi tersebut kontras dengan fakta di lapangan yang menunjukkan sejumlah pekerjaan dermaga 2025 belum tuntas hingga memasuki 2026. Keterlambatan proyek dinilai memperkuat pertanyaan publik terkait efektivitas pemilihan penyedia jasa.

“Faktanya sekarang banyak pekerjaan 2025 yang dikerjakan perusahaan luar itu tidak selesai. Ini yang jadi pertanyaan. Kalau memang kompeten, harusnya selesai tepat waktu,” katanya.

 

Para pelaku usaha juga menyoroti contoh paket di kawasan Maratua yang disebut dimenangkan kontraktor luar daerah, namun progres pekerjaan dermaga dinilai belum maksimal.

 

Selain itu, beberapa paket di pesisir Tanjung Batu dan pulau-pulau wisata lainnya disebut mengalami keterlambatan penyelesaian.

 

Kondisi tersebut memunculkan dugaan di kalangan pelaku usaha bahwa proses lelang belum sepenuhnya berpihak pada kontraktor daerah.

 

Mereka bahkan menduga adanya pola pengkondisian dalam tender, karena perusahaan luar lebih dominan menjadi pemenang meski pekerjaan di lapangan tidak seluruhnya berjalan optimal.

 

“Yang jadi sorotan kami bukan hanya siapa yang menang, tapi hasilnya. Tender dimenangkan pihak luar, tapi faktanya pekerjaan juga tidak maksimal dan tidak selesai. Ini harus dijelaskan,” kata kontraktor tersebut.***

Sumber : berbagai sumber

Tinggalkan Balasan