PEKANBARU – Langkah progresif diambil oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dalam menyiapkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk Tahun Ajaran 2026-2027. Demi memperluas akses pendidikan, Pemko kini mematangkan skema kemitraan dengan 21 Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta, dan jumlah ini diproyeksikan masih bisa bertambah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, Syafrian Tomi, menjelaskan bahwa detail kerja sama dengan puluhan sekolah swasta tersebut saat ini masih terus digodok.
“Kerja samanya memang belum final dan sedang dalam tahap pembahasan,” ungkap Syafrian pada Kamis (26/2).
Meski demikian, Syafrian menegaskan sebuah terobosan penting dalam SPMB mendatang. Pemko Pekanbaru akan beralih dari sistem zonasi menjadi sistem domisili. Perubahan kebijakan ini diharapkan menjadi solusi jitu agar seluruh wilayah dapat terakomodasi dan tidak ada lagi calon peserta didik yang terpental dari sistem penerimaan.
Keterlibatan 21 SMP swasta tahun ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan pelaksanaan SPMB tahun 2025 lalu. Pada periode sebelumnya, Disdik Pekanbaru telah sukses menjalin kerja sama dengan 17 SMP swasta. Syafrian pun optimistis daftar mitra sekolah swasta ini akan terus bertambah guna memaksimalkan daya tampung siswa.
Sebagai catatan, ke-17 SMP swasta yang telah lebih dulu menjadi mitra Pemko Pekanbaru pada tahun 2025 adalah:
* SMP Islam YLPI
* SMP Telekomunikasi
* SMP Taruna Satria
* SMP Tri Bhakti
* SMP Masmur
* SMP Muhammadiyah 5
* SMP IT Badrul Islam
* SMP Plus Terpadu
* SMP Tunas Karya
* SMP Widya Graha
* SMP Dwi Sejahtera
* SMP Yabri Terpadu
* SMP Nurul Falah Kulim
* SMP Pekerti Mulya
* SMP Plus At Thoiba
* SMP Islam Nurul Hidayah
* SMP IT Masmur 2 School
Komitmen Hapus Ketimpangan Akses Pendidikan
Keseriusan Pemko Pekanbaru dalam membenahi sistem pendidikan ini juga terlihat dari langkah Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru, Markarius Anwar. Jauh hari sebelum pelaksanaannya, Markarius telah memimpin langsung rapat koordinasi terkait persiapan SPMB 2026.
Menurut Wawako, rancangan sistem baru ini sengaja diekspos lebih awal ke publik untuk menyerap evaluasi sebelum nantinya difinalisasi. Markarius menekankan bahwa perombakan SPMB ini adalah jawaban atas keluhan masyarakat terkait ketimpangan akses pendidikan.
Selama ini, masih banyak wilayah yang kesulitan menjangkau sekolah negeri maupun swasta yang difasilitasi pemerintah. Oleh karena itu, melalui skema domisili dan pelibatan puluhan sekolah swasta, Pemko Pekanbaru berkomitmen penuh agar ke depannya tidak ada satu pun anak yang putus sekolah hanya karena masalah daya tampung maupun kendala jarak.














