PEKANBARU, (LA) – Tahun anggaran 2025 boleh jadi tercatat sebagai periode yang cukup “mendung” bagi peta fiskal di Provinsi Riau. Hampir seragam, narasi yang muncul dari berbagai kabupaten adalah tentang rasionalisasi anggaran, tunda bayar, hingga lambatnya pergerakan infrastruktur akibat keterbatasan dana transfer. Namun, di tengah kelesuan kolektif tersebut, Pemerintah Kota Pekanbaru justru muncul sebagai sebuah antitesis yang mengejutkan.
Di bawah kepemimpinan Walikota Agung Nugroho, Pekanbaru seolah menolak untuk ikut dalam arus “pasrah pada keadaan”. Jika mayoritas daerah memilih langkah defensif untuk bertahan, Agung Nugroho justru mengambil langkah akselerasi yang berani.

Melawan Arus Stagnasi
Sebagai antitesis dari stagnasi pembangunan yang melanda banyak daerah tingkat II di Riau, Pekanbaru justru mencatatkan performa yang kontradiktif dalam arti positif. Ketika daerah lain berkutat dengan minimnya serapan, Pekanbaru berhasil membukukan sejarah baru dengan raihan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi sepanjang masa di tahun 2025.
Baca juga:
Pemko Pekanbaru Berikan Bantuan Gerobak dan Bahan Dagangan untuk UMKM Pinggiran Sungai Siak
Capaian ini bukan sekadar angka statistik, melainkan bukti ketangkasan manajerial. Agung Nugroho membuktikan bahwa di tengah situasi ekonomi makro yang menantang, kuncinya bukan pada seberapa besar dana yang tersedia, melainkan seberapa kreatif “sang nahkoda” dalam mengoptimalkan potensi yang ada.

Kinerja Berbicara Lebih Keras
Publik Riau tentu paham, tantangan infrastruktur jalan adalah isu paling krusial. Di saat perbaikan jalan di beberapa kabupaten seringkali terhenti dengan alasan klasik “menunggu anggaran pusat”, Pekanbaru di bawah komando pasangan AMAN (Agung Nugroho – Markarius Anwar) justru bergerak agresif.
Realisasi perbaikan jalan sepanjang puluhan kilometer dengan 29 ruas jalan di tahun 2025 menjadi bukti tak terbantahkan. Ditambah dengan terobosan reformasi birokrasi melalui SIP AMAN yang memangkas waktu pengurusan PBG menjadi hitungan jam serta prestasi Unit Ekonomi Kelurahan (UEK-SP) yang dinobatkan sebagai yang terbaik se-Riau, menunjukkan bahwa mesin birokrasi Pekanbaru sedang bekerja dalam top performance.

Kapasitas yang Melampaui Batas Wilayah
Keberhasilan mengelola kompleksitas masalah perkotaan dari banjir, infrastruktur, hingga investasi dengan sumber daya yang terbatas, secara alamiah menempatkan sosok Agung Nugroho dalam diskursus yang lebih luas. Pekanbaru adalah etalase sekaligus barometer bagi Provinsi Riau.
Tanpa perlu narasi politik yang berlebihan, fakta di lapangan menyiratkan pesan kuat, Jika seorang pemimpin mampu menghadirkan solusi konkret dan manajemen krisis yang handal di level kota yang begitu kompleks, maka kapasitas kepemimpinan tersebut sejatinya telah melampaui batas administratif wilayah yang dipimpinnya saat ini.

Bagi publik Riau, kinerja solid Agung Nugroho di 2025 ini menegaskan bahwa ada standar kepemimpinan baru yang telah ditetapkan. Sebuah standar yang memberi sinyal kesiapan untuk memikul tanggung jawab yang jauh lebih besar dan luas di masa depan. Pekanbaru telah dibawa “naik kelas”, tak bisa dipungkiri 1 tahun Kepemimpinan Walikota Agung Nugroho mampu membuat masyarakat Pekanbaru Puas.
Penulis: Rifky Rizal Zaman, S.H.














