Kuansing

Genjot Ekonomi Warga, Pemkab Kuansing Fokuskan Tiap Desa Miliki Satu Komoditas Andalan

Rifky Rizal
18
×

Genjot Ekonomi Warga, Pemkab Kuansing Fokuskan Tiap Desa Miliki Satu Komoditas Andalan

Sebarkan artikel ini

KUANTAN SINGINGI (LA) – Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) mengambil langkah strategis untuk mendongkrak ekonomi lokal dengan memacu sektor agraris. Melalui konsep One Village One Commodity atau Satu Desa Satu Komoditas Unggulan, pemerintah daerah berupaya agar setiap desa memiliki identitas pertanian yang khas dan bernilai jual tinggi.

Bupati Kuantan Singingi, Dr. H. Suhardiman Amby, menegaskan komitmennya terhadap inisiatif ini. Saat melakukan kunjungan kerja di Inuman, Rabu (14/1/2026), Suhardiman menyatakan bahwa spesialisasi komoditas di tingkat desa tidak hanya akan menjadi ciri khas wilayah, tetapi juga mesin penggerak kesejahteraan warga.

“Kami ingin setiap desa punya produk andalan. Ini akan memperkuat fondasi pertanian daerah sekaligus menumbuhkan ekonomi masyarakat secara nyata,” ungkap Suhardiman.

Fokus pada Lahan Pekarangan

Dalam pelaksanaannya, program ini tidak harus melulu mengandalkan lahan perkebunan luas. Kepala Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Kuansing, Deflides Gusni, menjelaskan bahwa strategi utamanya adalah optimalisasi lahan pekarangan rumah.

Menurut Deflides, pemilihan jenis tanaman akan disesuaikan secara ketat dengan kondisi agroklimat dan kecocokan tanah di masing-masing desa. Tujuannya agar masyarakat mudah merawatnya namun tetap mendapatkan keuntungan ekonomi yang maksimal.

“Kita fokuskan pada tanaman pekarangan agar perawatannya terjangkau oleh masyarakat, namun nilai tambahnya tetap tinggi,” jelas Deflides.

Saat ini, Pemkab Kuansing tengah mempopulerkan beberapa komoditas hortikultura yang dinilai sangat cocok dengan karakteristik tanah di wilayah tersebut. Dua di antaranya yang menjadi primadona adalah Alpukat varietas Kelud dan Durian lokal unggulan jenis Namlung. Kedua varietas ini dipilih karena memiliki prospek pasar yang menjanjikan.

Pemerintah berharap program ini dapat berjalan secara berkesinambungan dengan adanya sinergi antara pemerintah dan keaktifan masyarakat desa dalam mengelola potensi lingkungannya. (**)

Tinggalkan Balasan