Berau ,Kalimantan Timur(L.A) — Masuknya pasokan kelapa biji dari Sulawesi ke Kabupaten Berau diduga berdampak langsung terhadap anjloknya penyerapan kelapa hasil panen pekebun kelapa pesisir Berau.
Kondisi ini membuat kelapa lokal sulit terjual dan menyebabkan kerugian bagi petani kecil yang menggantungkan hidup dari sektor perkebunan kelapa.
Kelapa biji tersebut umumnya dipasarkan untuk kebutuhan santan masakan, yang menjadi komoditas utama di pasar tradisional serta objek usaha bagi warga penyedia jasa mesin parut kelapa.
Masuknya kelapa dari luar daerah dalam jumlah besar dan harga lebih murah membuat kelapa lokal kalah bersaing di pasar tersebut.
Petani pesisir mengeluhkan kelapa biji asal Sulawesi dijual dengan harga rendah tanpa pengaturan distribusi yang jelas.
Akibatnya, pedagang, pasar tradisional, hingga penyedia jasa parut kelapa lebih memilih pasokan dari luar daerah, sementara kelapa hasil kebun pesisir Berau tidak terserap.
Salah seorang pekebun kelapa pesisir Berau menyampaikan keluhannya.
“Kelapa ini biasa dibeli warga untuk santan masakan dan untuk diparut di pasar. Sekarang kelapa dari Sulawesi masuk bebas, lebih murah, jadi kelapa kami tidak laku. Kami benar-benar dirugikan,” ujarnya.
Warga menilai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Berau selama ini dinilai lengah terhadap masuknya distribusi kelapa dari luar daerah, khususnya dari Sulawesi, tanpa pengawasan dan pengaturan yang berpihak kepada pekebun lokal.
Masyarakat meminta Disperindag Kabupaten Berau untuk terlebih dahulu memperhatikan keberlangsungan pekebun kelapa pesisir Berau sebelum membiarkan arus distribusi kelapa dari luar daerah terus masuk tanpa kendali.
“Kami tidak melarang kelapa dari luar, tapi tolong diatur. Utamakan dulu kelapa dari pesisir Berau. Jangan sampai kami kalah di daerah sendiri,” tegas warga.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, warga khawatir pekebun kelapa pesisir akan meninggalkan kebunnya karena tidak lagi memberikan penghasilan layak.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera hadir dengan kebijakan pengaturan distribusi dan perlindungan pasar demi menjaga ketahanan ekonomi dan pangan lokal di Kabupaten Berau***













