KAMPAR, (LA) — Manajemen PLTA Koto Panjang, Kabupaten Kampar, merilis pembaruan kondisi Waduk Koto Panjang pada Jumat, 2 Januari 2026 pukul 07.00 WIB. Dari hasil pemantauan, elevasi waduk tercatat 80,58 meter di atas permukaan laut (mdpl), naik dibanding sehari sebelumnya pada jam yang sama yakni 80,44 mdpl.
Manager PLTA Koto Panjang Dhani Irwansyah menjelaskan, pada waktu pemantauan tersebut debit air masuk (inflow) mencapai 370,98 m³/s. Sementara debit keluar melalui turbin (outflow) berada di angka 230,32 m³/s.
Spillway Dibuka Sejak 30 Desember, Pakai Skema Early Release
Dhani mengingatkan bahwa sebelumnya PLTA Koto Panjang telah melakukan pembukaan pintu pelimpah (spillway gate) pada Selasa, 30 Desember 2025 pukul 10.00 WIB. Pembukaan dilakukan melalui mekanisme early release, setelah pembahasan Tim Koordinasi Pengoperasian Bendungan dan sesuai prosedur yang berlaku.
Pada tahap awal, spillway dibuka dua pintu, masing-masing setinggi 50 sentimeter. Berdasarkan tabel buangan air, bukaan ini setara dengan debit outflow spillway sekitar 134 m³/s. Artinya, total outflow waduk merupakan gabungan dari outflow turbin dan outflow spillway.
Dua Unit Pembangkit Beroperasi, Kapasitas Turbin Belum Maksimal
Menurut Dhani, early release diambil untuk mengendalikan keseimbangan inflow–outflow sekaligus menjaga elevasi waduk tetap aman. Saat ini operasional PLTA disebut masih terbatas karena pembangkit hanya berjalan dengan dua unit, sehingga kemampuan outflow turbin belum berada pada kapasitas maksimal.
“Pemantauan kondisi waduk dan debit aliran Sungai Kampar terus dilakukan secara intensif, menyesuaikan dengan dinamika inflow dan elevasi waduk,” ujar Dhani.














