Tema “Segenggam Kayu Mempererat Silaturahmi” Jadi Pesan Persatuan
Melalui turnamen tersebut, Johansyah berharap tumbuh rasa cinta tanah air, kebersamaan lintas generasi, serta memperkuat silaturahmi antar daerah di Provinsi Riau. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang untuk mengasah kreativitas dan keterampilan generasi muda sebagai calon pelopor kemajuan daerah, sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong, sesuai tema “Segenggam Kayu Mempererat Silaturahmi.”
Ia kemudian mengaitkan filosofi gasing dengan pembangunan daerah. “Dalam filosofi gasing, selama ia terus berputar, ia akan tetap seimbang. Namun ketika berhenti bergerak, gasing akan jatuh,” tuturnya. Pesan itu, kata Johansyah, mengajarkan bahwa pembangunan desa, Kabupaten Bengkalis, dan Provinsi Riau membutuhkan kontribusi nyata semua pihak secara berkelanjutan.
Ajak Masyarakat Terlibat Aktif dalam Pembangunan
Johansyah menegaskan visi Bengkalis yang bermarwah, maju, dan sejahtera tidak akan tercapai tanpa peran aktif masyarakat. Pembangunan, menurutnya, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan kerja bersama seluruh elemen.
Khusus bagi masyarakat Desa Bantan Sari, ia mendorong agar terus memberikan kontribusi terbaik. Meski desa tersebut baru berusia 12 tahun dan merupakan hasil pemekaran dari Desa Bantan Air, ia menilai usia bukan ukuran keberhasilan. Dengan semangat, kerja keras, dan kompetisi positif, Desa Bantan Sari diharapkan mampu menjadi motor penggerak kemajuan Kecamatan Bantan.
Dorong Turnamen Masuk Sekolah, Pelestarian Budaya Lebih Berkelanjutan
Ke depan, Johansyah berharap permainan tradisional seperti gasing piring terus dikembangkan, termasuk melalui perlombaan antar pelajar tingkat SD dan SMP di tingkat kecamatan. Langkah ini dinilai penting untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah agar tetap hidup dan berkelanjutan.
Di akhir sambutan, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap turnamen ini bukan hanya ajang kompetisi sehat, namun juga wadah silaturahmi serta momentum mengangkat derajat budaya lokal Bengkalis dan Provinsi Riau ke tingkat yang lebih tinggi.














