BengkalisPemerintahan

Bupati Bengkalis Dorong Pelestarian Budaya Lokal Lewat Open Turnamen Seni Gasing Piring Se-Riau di Desa Bantan Sari

52
×

Bupati Bengkalis Dorong Pelestarian Budaya Lokal Lewat Open Turnamen Seni Gasing Piring Se-Riau di Desa Bantan Sari

Sebarkan artikel ini
gasing

Bengkalis, (LA) — Pemerintah Kabupaten Bengkalis menegaskan komitmennya dalam menjaga serta mengembangkan budaya lokal sebagai bagian dari upaya mewujudkan Bengkalis yang bermarwah, maju, dan sejahtera, berlandaskan nilai-nilai agama serta budaya setempat. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Bengkalis yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang SDM Johansyah Syafri saat membuka Open Turnamen Seni Gasing Piring Se-Riau, Jumat (9/01/2026), di lapangan terbuka Desa Bantan Sari, Kecamatan Bantan.

Dalam kesempatan itu, Johansyah turut menyampaikan ucapan selamat hari jadi ke-12 Desa Bantan Sari. Ia berharap desa yang kini memasuki usia yang lebih matang tersebut terus berkembang menjadi desa yang bermarwah, maju, dan sejahtera, serta menjadi kebanggaan masyarakat dan daerah.

Tak hanya itu, Johansyah juga menyambut kedatangan seluruh peserta turnamen dari berbagai kabupaten dan kota se-Provinsi Riau. Ia menyebut sejumlah daerah yang turut hadir, di antaranya Kabupaten Kepulauan Meranti, Siak, dan Kota Dumai, serta masyarakat yang memadati lokasi untuk menyaksikan perlombaan permainan tradisional yang telah berlangsung sejak pagi.

Gasing Piring: Hiburan Sekaligus Warisan Filosofis

Johansyah menekankan bahwa Kabupaten Bengkalis merupakan wilayah yang kaya tradisi, dan permainan gasing menjadi salah satu warisan budaya yang bukan sekadar hiburan. Menurutnya, gasing mengandung nilai filosofi penting seperti keseimbangan, ketangkasan, ketelitian, dan sportivitas, serta menjadi identitas budaya masyarakat Bengkalis dan Riau dari generasi ke generasi.

Ia menilai turnamen ini sejalan dengan misi daerah dalam mengembangkan potensi budaya lokal sebagai daya tarik sekaligus kekuatan pemersatu, serta mendorong peningkatan kualitas kehidupan masyarakat melalui kegiatan yang positif dan edukatif.

Tema “Segenggam Kayu Mempererat Silaturahmi” Jadi Pesan Persatuan

Melalui turnamen tersebut, Johansyah berharap tumbuh rasa cinta tanah air, kebersamaan lintas generasi, serta memperkuat silaturahmi antar daerah di Provinsi Riau. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang untuk mengasah kreativitas dan keterampilan generasi muda sebagai calon pelopor kemajuan daerah, sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong, sesuai tema “Segenggam Kayu Mempererat Silaturahmi.”

Ia kemudian mengaitkan filosofi gasing dengan pembangunan daerah. “Dalam filosofi gasing, selama ia terus berputar, ia akan tetap seimbang. Namun ketika berhenti bergerak, gasing akan jatuh,” tuturnya. Pesan itu, kata Johansyah, mengajarkan bahwa pembangunan desa, Kabupaten Bengkalis, dan Provinsi Riau membutuhkan kontribusi nyata semua pihak secara berkelanjutan.

Ajak Masyarakat Terlibat Aktif dalam Pembangunan

Johansyah menegaskan visi Bengkalis yang bermarwah, maju, dan sejahtera tidak akan tercapai tanpa peran aktif masyarakat. Pembangunan, menurutnya, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan kerja bersama seluruh elemen.

Khusus bagi masyarakat Desa Bantan Sari, ia mendorong agar terus memberikan kontribusi terbaik. Meski desa tersebut baru berusia 12 tahun dan merupakan hasil pemekaran dari Desa Bantan Air, ia menilai usia bukan ukuran keberhasilan. Dengan semangat, kerja keras, dan kompetisi positif, Desa Bantan Sari diharapkan mampu menjadi motor penggerak kemajuan Kecamatan Bantan.

Dorong Turnamen Masuk Sekolah, Pelestarian Budaya Lebih Berkelanjutan

Ke depan, Johansyah berharap permainan tradisional seperti gasing piring terus dikembangkan, termasuk melalui perlombaan antar pelajar tingkat SD dan SMP di tingkat kecamatan. Langkah ini dinilai penting untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah agar tetap hidup dan berkelanjutan.

Di akhir sambutan, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap turnamen ini bukan hanya ajang kompetisi sehat, namun juga wadah silaturahmi serta momentum mengangkat derajat budaya lokal Bengkalis dan Provinsi Riau ke tingkat yang lebih tinggi.

Tinggalkan Balasan