PekanbaruPemerintahan

Banjir Binawidya–Tuah Madani Mau “Di-Redirect” ke Danau Unri: Pemko dan Kampus Sepakat Gercep Bikin Embung

43
×

Banjir Binawidya–Tuah Madani Mau “Di-Redirect” ke Danau Unri: Pemko dan Kampus Sepakat Gercep Bikin Embung

Sebarkan artikel ini
banjir
Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM dan Rektor Universitas Riau Prof Dr Hj Sri Indarti SE MSi dalam pertemuan yang digelar di rektort pada Jumat (2/1/2026)

PEKANBARU, (LA) — Upaya mengatasi banjir yang kerap terjadi di Kecamatan Binawidya dan Tuah Madani memasuki babak baru. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bersama Universitas Riau (Unri) sepakat memanfaatkan danau-danau di kawasan kampus sebagai embung dan kolam resapan, sehingga limpasan air hujan dari wilayah rawan banjir dapat dialihkan dan ditampung lebih aman.

Kesepakatan itu mengemuka dalam pertemuan Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho dan Rektor Unri Prof Dr Hj Sri Indarti yang berlangsung di rektorat, Jumat (2/1/2026). Agung hadir didampingi Wakil Wali Kota Pekanbaru H Markarius Anwar.

“Terima kasih kami sampaikan ke Unri, karena bersedia memberikan danau di sekitarnya untuk menjadi embung dan kolam resapan. Dengan begitu, saya yakin banjir khususnya di Kecamatan Binawidya dan Tuah Madani bisa teratasi,” ujar Agung.

Sekitar 10 Danau Unri Diproyeksikan Jadi Penampung Air

Dalam pembahasan tersebut, Pemko dan Unri memproyeksikan sekitar 10 danau di lingkungan kampus untuk menjadi lokasi penampungan air sekaligus area resapan. Danau-danau itu direncanakan menerima aliran air dari luar kawasan kampus, terutama dari permukiman dan titik-titik yang selama ini rentan tergenang saat hujan deras.

Langkah yang akan diprioritaskan adalah menyambungkan jalur aliran air dari kawasan luar menuju danau-danau tersebut, sehingga limpasan air bisa terkendali.

Dibentuk Tim Koordinasi, Libatkan Pemprov dan BWS

Untuk mempercepat eksekusi, Pemko Pekanbaru dan Unri berencana membentuk tim koordinasi yang akan berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Riau serta Balai Wilayah Sungai (BWS). Koordinasi ini dilakukan agar dukungan lintas kewenangan bisa berjalan, terutama yang menyangkut drainase dan akses jalan.

Agung juga menyebut, kawasan sekitar danau tidak hanya difungsikan sebagai penampung air, tetapi akan direvitalisasi agar lebih tertata dan asri. Ia berharap pada tahun ini sudah ada langkah pembangunan awal.

“Penyambungan jalur air dari luar hingga masuk ke danau, itu yang kita gesa. Nanti juga sekitar danau akan direvitalisasi agar menjadi kawasan asri. InsyaAllah, tahun ini diharapkan sudah ada pembangunan,” jelasnya.

Rektor Unri: Siap Dukung, Dampaknya Baik untuk Edukasi dan Warga

Rektor Unri Prof. Dr. Hj. Sri Indarti, S.E., M.Si menyampaikan dukungan penuh terhadap rencana tersebut. Menurutnya, kampus memiliki tanggung jawab yang sama untuk ikut berperan dalam upaya pengendalian banjir, khususnya di area sekitar Unri.

“Ini sinergi yang memberikan dampak yang baik, baik untuk edukasi juga untuk masyarakat khususnya Kota Pekanbaru. Semoga apa yang kita rencana bisa terealisasikan,” ujarnya.

Dengan skema pemanfaatan danau kampus sebagai embung, Pemko Pekanbaru berharap penanganan banjir tidak hanya bersifat darurat, tetapi bergerak ke solusi jangka menengah yang terukur—mulai dari pengaturan aliran, penampungan, hingga perbaikan kawasan pendukungnya.

Tinggalkan Balasan