Nasional

Tim SAR Temukan Enam Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung, Total Korban Ditemukan Jadi Delapan

Dela Darmayanti
18
×

Tim SAR Temukan Enam Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung, Total Korban Ditemukan Jadi Delapan

Sebarkan artikel ini
Tim Rescuer SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di medan ekstrim usai kecelakaan menghantam Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. (Foto: Basarnas Makassar)

MAKASSAR, (LA) — Tim SAR gabungan kembali mencatat perkembangan signifikan dalam operasi pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Memasuki hari keenam pencarian, tim berhasil menemukan enam jenazah korban, pada Kamis (22/1/2026).

Penemuan tersebut dilaporkan pada pagi hari oleh tim pencari yang bertugas di sektor selatan Gunung Bulusaraung. Enam jenazah ditemukan tersebar dalam radius sekitar 50 meter dari titik temuan awal. Posisi korban diketahui berada sekitar 250 meter di bawah puncak gunung, di area dengan medan terjal dan termasuk kategori ekstrem.

Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, menyampaikan bahwa seluruh korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Hingga laporan terakhir diterima pada pukul 10.46 WITA, jumlah korban yang ditemukan hari itu mencapai enam orang.

“Tim melaporkan ditemukan saat ini sampai (pukul) 10.46 WITA, ada 6 jenazah,” kata Dody.

Evakuasi Gunakan Teknik Vertical Rescue

Proses evakuasi korban berlangsung cukup menantang karena lokasi temuan didominasi jurang dan tebing curam. Untuk mengatasi medan tersebut, tim SAR gabungan menerapkan teknik vertical rescue menggunakan metode jet ring, metode yang sebelumnya juga digunakan dalam evakuasi jenazah yang ditemukan lebih awal.

Setelah berhasil diangkat dari lokasi temuan, jenazah korban akan dibawa menuju posko operasi SAR. Selanjutnya, korban akan dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

“Setelah diangkat ke puncak, jenazah akan dibawa ke posko. Selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses identifikasi,” ujar Dody.

Dody juga menjelaskan bahwa kondisi jenazah yang telah berada di lokasi selama enam hari mengalami pembengkakan, sehingga proses identifikasi tidak memungkinkan dilakukan secara rinci di lapangan.

Tinggalkan Balasan