Nasional

Pemuda Gunung Tabur Bersama Tokoh Adat Tambal Jalan Rusak di Jembatan Gantung Gunung Tabur

Avatar
0
×

Pemuda Gunung Tabur Bersama Tokoh Adat Tambal Jalan Rusak di Jembatan Gantung Gunung Tabur

Sebarkan artikel ini

Pemuda Gunung Tabur Bersama Tokoh Adat Tambal Jalan Rusak di Jembatan Gantung Gunung Tabur

Berau,Kaltim (L.A) — Pemuda di wilayah Gunung Tabur bersama tokoh masyarakat dan tokoh adat melaksanakan kegiatan gotong royong menambal lubang-lubang jalan di area sambungan Jembatan Gantung Gunung Tabur di Jalan Ahmad Yani, Rabu (1/4/2026), sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan.

 

Perbaikan dilakukan karena kondisi jalan pada sambungan jembatan yang merupakan bagian dari jalur poros provinsi tersebut dalam beberapa bulan terakhir semakin memprihatinkan. Sejumlah lubang pada titik sambungan jembatan diketahui telah beberapa kali menyebabkan kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara roda dua yang setiap hari melintas.

 

Kegiatan swadaya itu dikerjakan oleh pemuda Gunung Tabur bersama tokoh adat dan tokoh masyarakat yang turun langsung ke lapangan untuk melakukan penambalan pada sejumlah titik rawan.

 

Upaya tersebut juga mendapat dukungan dari penyedia pasir dan koral melalui bantuan material sebagai bahan campuran semenisasi, serta bantuan truk angkutan dari pihak pekerja tanah urug guna memperlancar distribusi material ke lokasi pekerjaan.

Walaupun sempat menimbulkan perlambatan arus kendaraan, sejumlah pengendara menyampaikan apresiasi atas kepedulian masyarakat yang turun langsung melakukan penanganan sementara terhadap jalan berlubang yang selama ini dikeluhkan.

Penambalan yang dilakukan dinilai setidaknya mampu mengurangi hentakan kendaraan saat melintas, meskipun daya tahan sambungan semen dengan aspal belum sepenuhnya permanen.

Pangeran Hadi Ningrat sebagai tokoh masyarakat Gunung Tabur menyampaikan harapannya agar pemerintah provinsi melalui dinas terkait segera turun melihat langsung kondisi jembatan gantung dan jalan poros Gunung Tabur yang saat ini dinilai sangat memprihatinkan.

Menurutnya, perhatian serius dari pemerintah sangat diperlukan karena jalur tersebut merupakan akses penting masyarakat dan memiliki tingkat risiko tinggi apabila tidak segera dilakukan penanganan menyeluruh.

Ia berharap perbaikan permanen dapat segera diprogramkan agar kerusakan jalan pada sambungan jembatan tidak terus membahayakan pengendara yang setiap hari melintas.

Pengawasan arus lalu lintas selama pengerjaan dilakukan oleh jajaran Kepolisian Resor Berau melalui Kabag Ops sehingga kegiatan berlangsung aman dan tertib.

Sementara itu, Sidik selaku koordinator Forum Peduli Jalan Rusak menyampaikan bahwa gotong royong akan terus dilanjutkan hingga malam hari dengan memanfaatkan seluruh material yang tersedia untuk menutup ratusan titik lubang di kawasan Gunung Tabur.

“Langkah ini penting sebagai upaya sementara sambil menunggu progres pekerjaan dari dinas terkait,” ujarnya.

Gotong royong lanjutan dijadwalkan kembali berlangsung pada pukul 23.00 WITA guna menghindari kemacetan dan mempercepat penyelesaian pekerjaan.

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian masyarakat terhadap keselamatan pengguna jalan sekaligus menjaga kelancaran akses transportasi bagi warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut.***

Tinggalkan Balasan