LEBAK,literasiaktual.com– Aliansi Rakyat Menggugat Lebak (ALARM Lebak) menggelar aksi damai penyampaian aspirasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Lebak, Rabu (8/4/2026). Massa menyoroti tata kelola pemerintahan daerah serta etika kepemimpinan Bupati Lebak dengan mendesak agar 10 poin tuntasan segera ditindaklanjuti.
Aksi yang berlangsung tertib dan dijaga ketat aparat keamanan ini bertujuan mendorong pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi penuh pada kepentingan publik. Perwakilan massa diterima langsung oleh jajaran DPRD untuk menyerahkan nota aspirasi.
Koordinator aksi, Ade Surnaga yang akrab disapa King Naga, menekankan bahwa kepala daerah harus menjadi teladan dalam menjaga etika komunikasi publik. Menurutnya, integritas dan sopan santun dalam berucap adalah kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat menjaga etika dalam setiap pernyataan publik, sehingga kepercayaan masyarakat tetap terjaga,” tegas Ade Surnaga.
Adapun 10 tuntutan yang disampaikan oleh ALARM Lebak kepada DPRD dan Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak antara lain:
1. Pemerataan pembangunan infrastruktur jalan hingga ke pelosok desa.
2. Klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka dari pemerintah daerah terkait isu yang berkembang.
3. Penataan kebijakan relokasi pedagang Pasar Semi dengan kesiapan fasilitas yang memadai.
4. Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan proyek-proyek yang bersumber dari APBD.
5. Penegakan hukum tegas atas temuan indikasi penyimpangan anggaran.
6. Percepatan proses pematangan lahan untuk hunian sementara (Huntara) di Cigobang.
7. Penanganan serius permasalahan aktivitas tambang pasir di Desa Jayasari.
8. Penguatan nilai-nilai daerah sesuai semangat Lebak Bertauhid.
9. Peningkatan kesejahteraan bagi penambang rakyat atau gurandil.
10. Peningkatan fasilitas dan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Adjidarmo.
Hingga berita ini diturunkan, proses dialog antara perwakilan massa dan DPRD masih berlangsung untuk membahas langkah konkret penyelesaian berbagai persoalan tersebut.
Red : Endang s













