Kab.Buol,Sulawesi Tengah (L.A)–
Sebanyak 15 Warga Negara Asing asal Filipina ditemukan selamat di perairan Indonesia setelah terombang ambing di laut selama kurang lebih 13 hari.
Seluruh korban berhasil dievakuasi dan mendarat di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, berkat pertolongan nelayan setempat.
Peristiwa tersebut bermula saat satu keluarga besar yang dipimpin Bandir berangkat dari Sempurna, Sabah, Malaysia menuju Filipina pada pukul 03.00 waktu setempat untuk menghadiri hajatan keluarga.
Rombongan berjumlah 17 orang, termasuk anak anak dan balita.
Namun pada hari kedua pelayaran, perahu kayu yang mereka tumpangi dihantam gelombang tinggi disertai cuaca buruk di sekitar perairan Tawi Tawi.
Kondisi tersebut menyebabkan perahu kemasukan air dan kehilangan keseimbangan. Untuk meringankan beban agar tidak tenggelam, seluruh peralatan di atas perahu terpaksa dibuang ke laut.
Dalam situasi darurat, dua penumpang termasuk anak laki laki Bandir berusia 27 tahun dan seorang kerabatnya melompat ke laut dengan berpegangan pada sebuah jeriken untuk menyelamatkan diri menuju daratan Malaysia.
Sementara Bandir memilih bertahan bersama anggota keluarga lainnya yang tersisa di perahu.Mesin perahu yang menjadi satu satunya harapan terpaksa dibuang ke laut.
Dengan hanya menggunakan penutup ember sebagai dayung, Bandir dan keluarganya mengikuti arah angin tanpa kepastian tujuan.
Selama hampir dua pekan di tengah laut, para korban bertahan hidup dengan menampung air hujan dan mengonsumsi biskuit yang dibagi rata. Satu biskuit dibelah menjadi dua untuk dibagikan kepada 15 orang yang tersisa.
Memasuki hari kedelapan, seluruh persediaan makanan habis. Anak anak termasuk seorang balita berusia enam bulan mengalami dehidrasi berat dan terus menangis kehausan. Selama lima hari terakhir, para korban dilaporkan tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman.
“Kami hanya bisa berdoa kepada Allah karena kondisi anak anak sudah sangat lemas,” ungkap Bandir.
Pada hari ke 13, para korban akhirnya melihat sebuah kapal nelayan melintas. Dengan sisa tenaga yang ada, Bandir berteriak dan melambaikan tangan meminta pertolongan.
Nelayan asal Buol, Muhammad Rusman atau Cici, menjadi orang pertama yang menemukan perahu tersebut. Awalnya ia mengira perahu itu sedang melakukan aktivitas penangkapan ikan.
Namun setelah mendekat, ia menyadari perahu tersebut bukan berasal dari Indonesia dan seluruh penumpangnya berada dalam kondisi sangat lemah.
“Satu orang berteriak minta tolong agar diselamatkan dan dibawa ke mana saja asalkan bisa hidup,” ujar Rusman.
Tanpa ragu, Rusman bersama rekannya langsung menaikkan seluruh korban ke kapal nelayan mereka, memberikan makanan dan minuman, serta menarik perahu korban menuju daratan.
Para korban ditemukan sekitar pukul 08.00 WITA dengan posisi sekitar 72 mil laut dari Dermaga Poyapi dan tiba di daratan sekitar pukul 18.30 WITA.
Setibanya di Buol, warga setempat menunjukkan solidaritas tinggi dengan memberikan pakaian, makanan, dan kebutuhan dasar lainnya.
Petugas gabungan kemudian melakukan pemeriksaan awal sebelum membawa seluruh korban ke Rumah Sakit Umum Mokoyurli Kabupaten Buol untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Peristiwa ini menjadi gambaran nyata nilai kemanusiaan dan kepedulian masyarakat pesisir Buol dalam menyelamatkan nyawa sesama di tengah keterbatasan dan kondisi darurat.***
Sumber: Warga Buol
Editor. : Teguh S.H











