BeritaWisata

Penampakan Langka! Guitar Shark Ray Muncul di Maratua, Surga Penyelam di Second Channel Tawarkan Keajaiban Laut Dalam

Avatar
41
×

Penampakan Langka! Guitar Shark Ray Muncul di Maratua, Surga Penyelam di Second Channel Tawarkan Keajaiban Laut Dalam

Sebarkan artikel ini

Penampakan Langka! Guitar Shark Ray Muncul di Maratua, Surga Penyelam di Second Channel Tawarkan Keajaiban Laut Dalam

Maratua,Berau,Kalimantan Timur (LA) – Keindahan bawah laut Maratua kembali memukau dunia. Kali ini, sosok laut yang tergolong langka berhasil tertangkap kamera di salah satu dive spot andalan: Second Channel. Adalah Guitar Shark Ray, makhluk laut unik yang merupakan kombinasi antara bentuk hiu dan pari, yang menjadi highlight dambaan para penyelam profesional.

Makhluk eksotis ini ditemukan pada kedalaman sekitar 40 meter, dan momen langka tersebut berhasil diabadikan oleh Ivandrian Gunawan, Owner Green Nirvana Resort sekaligus penyelam aktif yang konsisten mendukung pelestarian ekosistem laut Maratua.

“Ini benar-benar luar biasa. Guitar Shark Ray termasuk spesies yang jarang sekali muncul, bahkan di titik-titik selam populer dunia. Kehadirannya di Maratua menandakan betapa kaya dan terjaganya ekosistem laut kita,” ujar Ivandrian dengan semangat.

 

Penampakan spesies langka ini tak hanya menjadi catatan penting bagi dunia ilmiah dan komunitas penyelam global, tetapi juga menjadi daya tarik utama bagi wisatawan selam, khususnya dari China, yang dikenal sangat tertarik pada spesies laut eksotis.

Yovi Latul, sarjana perikanan lulusan Universitas Mulawarman dan kini tour guide Green Nirvana Resort, turut mengomentari kejadian ini dari sisi ilmiah dan pengalaman lapangan:

“Sebagai lulusan perikanan, saya sangat memahami betapa istimewanya kemunculan Guitar Shark Ray ini. Spesies ini termasuk dalam kelompok Rhinobatidae yang memang sulit dijumpai. Ini menjadi bukti bahwa kawasan Maratua masih menjadi habitat alami bagi spesies langka, dan wajib kita jaga bersama,” ungkap Yovi.

 

Ia menambahkan, penampakan langka seperti ini dapat menjadi pembelajaran langsung bagi wisatawan dan pemandu lokal, bahwa konservasi dan pariwisata bisa berjalan seiring selama ada kesadaran, edukasi, dan rasa tanggung jawab.

“Kami ingin agar setiap tamu yang datang tak hanya menikmati pemandangan laut yang indah, tetapi juga pulang dengan pengetahuan dan rasa cinta terhadap laut. Bagi kami, ini bukan sekadar pekerjaan, tetapi panggilan untuk menjaga dan memperkenalkan warisan bawah laut Maratua kepada dunia,” tegas Yovi.

 

Dive spot Second Channel selama ini telah dikenal sebagai destinasi selam kelas dunia, namun kemunculan Guitar Shark Ray membuatnya makin istimewa layaknya permata tersembunyi bagi para penyelam profesional yang mencari petualangan otentik dan edukatif.

Pihak Green Nirvana Resort menyatakan bahwa dokumentasi penampakan ini telah menarik perhatian komunitas selam internasional. Banyak yang mulai memasukkan Maratua ke dalam daftar destinasi wajib mereka untuk tahun ini.

“Kami bangga bisa memperlihatkan bahwa Maratua bukan hanya tentang pasir putih dan laguna, tetapi juga tentang surga bawah laut yang penuh misteri dan keajaiban, yang tak kalah dari Raja Ampat atau Bunaken,” tutup Ivandrian.

 

Dengan kemunculan Guitar Shark Ray ini, Maratua kian menegaskan posisinya sebagai ikon wisata bahari Indonesia Timur, yang menyimpan kekayaan laut luar biasa dan sudah sepantasnya dijaga secara bersama-sama.

 

Editor: Teguh S

Tinggalkan Balasan