Jakarta, (LA) – Kepolisian Republik Indonesia kembali melakukan penyegaran struktur di tubuh organisasi. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung prosesi serah terima jabatan (sertijab) dua perwira tinggi di lingkungan Mabes Polri, yakni Irjen Pol. Rudi Setiawan dan Brigjen Pol. Idodo Simangunsong.
Upacara yang berlangsung khidmat di Gedung Mabes Polri ini menjadi simbol berjalannya dinamika organisasi Polri dalam menghadapi tantangan ke depan.
1. Mutasi sebagai Langkah Strategis Polri
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan bahwa rotasi dan mutasi jabatan merupakan bagian dari strategi institusional untuk menjaga ritme dan soliditas organisasi.
“Mutasi adalah hal lumrah dan bagian dari dinamika organisasi. Kami percaya, dengan semangat Presisi, para pejabat baru akan mampu menjalankan tugas dengan baik,” ungkap Trunoyudo kepada awak media.
Baca juga
Presiden Prabowo Beri Arahan di Rapim TNI-Polri 2025: Tegaskan Peran Vital dan Dedikasi Tanpa Ragu
2. Rudi Setiawan Gantikan Wiyagus sebagai Kapolda Jabar
Irjen Pol. Rudi Setiawan kini resmi mengemban amanah sebagai Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, menggantikan Komjen Pol. Akhmad Wiyagus yang kini menjabat sebagai Asisten Kapolri Bidang Operasi. Sebelumnya, Rudi Setiawan menjabat sebagai perwira tinggi di Baharkam Polri dan dikenal memiliki rekam jejak kepemimpinan yang kuat.
3. Kapusjarah Baru, Tongkat Estafet Dipegang Brigjen Idodo
Sertijab juga menandai peralihan kepemimpinan di Pusat Sejarah (Pusjarah) Polri. Brigjen Pol. Idodo Simangunsong kini memimpin sebagai Kapusjarah menggantikan Brigjen Pol. Hari Nugroho, yang dialihkan tugas sebagai Wakapolda Nusa Tenggara Barat. Rotasi ini menunjukkan komitmen Polri dalam menjaga kesinambungan sejarah kelembagaan serta meningkatkan kualitas dokumentasi institusi.
4. Momentum Penguatan Solidaritas Internal
Lebih dari sekadar formalitas, Trunoyudo menyebut bahwa momen sertijab ini menjadi titik penting dalam mempererat rasa kebersamaan dan solidaritas internal.
“Sertijab bukan sekadar seremonial, namun bentuk kepercayaan institusi terhadap kemampuan kepemimpinan pejabat baru dalam menjawab kebutuhan organisasi secara profesional dan adaptif,” tambahnya.
Dengan semangat transformasi berkelanjutan, rotasi jabatan ini menjadi sinyal bahwa Polri terus bergerak dinamis dalam merespons tantangan zaman. Penempatan pejabat yang tepat di posisi strategis diyakini akan memperkuat performa institusi dan mempercepat akselerasi pelayanan publik yang presisi.














