Siak

Pemerintah Kabupaten Siak Sambut Rencana Pembangunan Pabrik Baja di Kawasan Industri Tanjung Buton

39
×

Pemerintah Kabupaten Siak Sambut Rencana Pembangunan Pabrik Baja di Kawasan Industri Tanjung Buton

Sebarkan artikel ini
katakabar.com

Siak, (LA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak, Provinsi Riau, menyambut positif rencana pembangunan pabrik baja di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB). Proyek ini digagas oleh PT Lestari Bhumi Hijau (LBH) dengan menggandeng dua kontraktor besar asal China, yaitu Baijing Shougang International Engineering Technology Co. LTD (BSIET) dan Metallurgical Corporation Of China 19 (MCC19).

Kolaborasi Internasional dan Dukungan Pemerintah

Rencana pembangunan ini mengemuka dalam rapat daring (zoom meeting) yang digelar pada 17 Januari 2024. Pertemuan tersebut melibatkan PT LBH, PT KITB sebagai BUMD Siak, dan kedua kontraktor asal China. Tak hanya itu, sejumlah tokoh nasional turut menyaksikan pembahasan ini, termasuk pendiri PT LBH, Gusti Muhammad Hatta, yang pernah menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi serta Menteri Lingkungan Hidup di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Selain Gusti, mantan Direktur Jenderal Energi Terbarukan dan Konservasi Energi, FX Sutjastoto, dan mantan Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional, Timotheus Lesmana Wanadjaja, juga ikut serta. Kehadiran para tokoh nasional ini menunjukkan besarnya dukungan untuk pengembangan industri di KITB.

Partisipasi Sinar Mas Group dan Pemkab Siak

Tidak hanya melibatkan kontraktor asing, pihak Sinar Mas Group juga ikut serta dalam diskusi ini dengan tujuan mengembangkan industri hilir baja. Dari pihak Pemkab Siak, rapat dihadiri oleh Wakil Bupati Siak sekaligus Ketua Tim Percepatan KITB, Husni Merza, dan Kepala Bappeda Siak, Budhi Yuwono, yang bertindak sebagai Sekretaris Tim Percepatan KITB.

Dalam pernyataannya pada Minggu (26/1), Husni Merza menyampaikan, “Kontraktor asal China menyatakan kesiapan mereka untuk berkolaborasi dalam membangun pabrik baja di KITB. Penandatanganan Engineering-Procurement-Construction (EPC) direncanakan segera dilakukan setelah perayaan Imlek.”

Investasi Besar dan Rencana Strategis

Proyek pembangunan pabrik baja di KITB ini diperkirakan membutuhkan investasi hingga 1,2 miliar dolar Amerika Serikat (USD), yang akan didukung oleh pembiayaan dari lembaga keuangan di Australia. “Proyek ini tidak bisa berjalan sendiri, harus ada kolaborasi dari berbagai pihak mengingat besarnya nilai investasi,” jelas Husni.

Setelah penandatanganan EPC, tim teknis dari kontraktor akan segera turun ke lapangan untuk melakukan survei langsung di lokasi pembangunan. Dalam waktu dekat, PT LBH juga akan mengirimkan surat resmi kepada Pemkab Siak untuk meresmikan rencana ini.

Dampak Positif untuk Ekonomi dan Infrastruktur

Pembangunan pabrik baja ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi perekonomian daerah, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pengembangan infrastruktur di kawasan KITB. Selain itu, proyek ini juga sejalan dengan visi Pemkab Siak untuk menjadikan KITB sebagai pusat industri strategis di wilayah Riau.

Dengan adanya dukungan penuh dari berbagai pihak, proyek pembangunan pabrik baja ini menjadi salah satu langkah penting dalam penguatan industri nasional dan menarik investasi internasional ke Indonesia.

Tinggalkan Balasan