PEKANBARU, (LA) — Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru terus menggencarkan operasi penertiban terhadap Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), seperti gelandangan, pengemis, dan manusia silver, yang berkeliaran di titik-titik strategis dalam kota.
Kegiatan ini dilakukan secara rutin dan terkoordinasi bersama sejumlah instansi, antara lain Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan DP3APM, sebagai bentuk upaya menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat.
Pemberian Langsung Dorong Maraknya Pengemis
Kepala Dinsos Pekanbaru, Idrus, menegaskan bahwa kebiasaan masyarakat memberikan uang langsung di jalanan justru memperparah kondisi.
“Semakin banyak yang memberi, maka semakin ramai pula mereka turun ke jalan,” ujar Idrus, Senin (7/7/2025).
Menurutnya, banyak dari para PMKS menjadikan aktivitas ini sebagai sumber penghasilan tetap karena adanya peluang dari belas kasih masyarakat.
Ditemukan Indikasi Pengemis Terorganisir
Dalam beberapa razia terakhir, tim gabungan menemukan adanya indikasi pengemis yang beroperasi secara terkoordinasi, bahkan tidak semuanya berada dalam kondisi ekonomi yang memprihatinkan.
“Ada yang kami temukan bukan tergolong miskin, tapi tetap meminta-minta. Bahkan terorganisir,” katanya.
Temuan ini menjadi alarm serius bahwa fenomena pengemis jalanan tidak sepenuhnya soal kemiskinan, tapi juga pola eksploitasi dan pilihan gaya hidup yang tidak tepat.
Imbauan: Salurkan Sedekah Melalui Lembaga Resmi
Sebagai solusi, Dinsos mengimbau warga untuk menyalurkan bantuan sosial melalui lembaga yang resmi dan terpercaya, seperti BAZNAS, panti asuhan, dan masjid.
“Kalau ingin bersedekah, pastikan bantuan kita benar-benar sampai kepada yang layak menerima. Jangan sampai niat baik malah memperkuat praktik yang salah,” jelas Idrus.
Penertiban dan Pembinaan Tetap Dilakukan
Idrus memastikan, razia terhadap PMKS akan terus dilakukan secara berkelanjutan demi menjaga ketertiban umum. Namun pendekatan yang digunakan tetap berbasis kemanusiaan.
“Kami tidak hanya menertibkan, tapi juga membina. Kita ajak mereka agar tidak kembali ke jalan,” tutupnya.
Dinsos menyatakan siap memfasilitasi rehabilitasi sosial dan pembinaan bagi para PMKS yang terjaring, guna memberi mereka alternatif penghidupan yang lebih layak.
Penertiban ini bukan bentuk kekerasan sosial, tetapi upaya membangun kota yang tertib dan memberi ruang bantuan yang tepat sasaran. Masyarakat pun diharapkan ikut berperan dengan cara yang lebih bijak dan terarah.














