PEKANBARU, (LA) – Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru, Roni Rakhmat, menegaskan komitmennya dalam mendukung swasembada pangan sebagai langkah strategis mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan pangan. Hal ini ia sampaikan dalam kegiatan Pemuda Tani Indonesia Provinsi Riau yang berlangsung di Lapangan Lokasi Tani Rumbai, Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Timur, Senin (3/2/2025).
Pentingnya Kemandirian Pangan Dalam kesempatan tersebut, Roni mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih serius dalam bercocok tanam. Menurutnya, swasembada pangan bukan sekadar seremoni, tetapi sebuah langkah konkret menuju kemandirian pangan daerah.
“Kita harus benar-benar serius dalam menanam, karena ini bukan sekadar seremoni. Dengan swasembada pangan, kita tidak lagi bergantung pada impor. Ke depan, kita harus mampu mencukupi kebutuhan pangan daerah kita sendiri,” tegasnya.
Menghadapi Tantangan Pasar Global Roni juga menyinggung peringatan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengenai dampak dinamika pasar global yang dapat memengaruhi ketersediaan pangan. Ia mengingatkan bahwa pengalaman selama pandemi Covid-19 harus menjadi pelajaran berharga agar krisis pangan dapat diantisipasi lebih awal.
“Saat ini mungkin belum terasa, tetapi kita harus bersiap sebelum terjadi krisis. Ketahanan pangan harus menjadi prioritas,” ujarnya.
Optimalisasi Pekarangan Rumah Sebagai bagian dari upaya ketahanan pangan, Roni mendorong masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan mandiri. Ia mengimbau agar setiap rumah tangga mengoptimalkan lahan yang ada untuk menanam kebutuhan harian mereka sendiri.
“Para ketua RT dan RW juga harus aktif menggalakkan inisiatif ini. Agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pangan mereka sendiri,” tambahnya.
Peran Pemuda dalam Pertanian Kegiatan tersebut diisi dengan berbagai agenda penting, salah satunya adalah penanaman jagung secara simbolis bersama jajaran Polri. Acara kemudian dilanjutkan dengan pelantikan DPD Pemuda Tani Indonesia Provinsi Riau yang diketuai oleh Muhammad Rahul.
Pada sesi terakhir, digelar dialog interaktif antara Wamentan Sudaryono dengan pemuda, petani, pengusaha pertanian, serta mahasiswa. Diskusi ini menyoroti peran generasi muda dalam membangun ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan di Kota Pekanbaru serta Provinsi Riau secara umum.
Dengan adanya gerakan ini, diharapkan masyarakat Pekanbaru semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya dan mampu menghadapi tantangan ketahanan pangan di masa depan.














