PEKANBARU (LA) – Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid meresmikan perpustakaan ramah lingkungan yang dibangun di SMKN 1 Tapung Kampar pada Senin (14/7). Dengan terbangunnya akses menuju ilmu pengetahuan yang luas, Gubri berharap aktivitas keilmuan akan tetap berjalan.
“Mudah-mudahan keberadaan pustaka ini menjadi tanda bahwa aktivitas keilmuan akan tetap berjalan di sekolah sebagai ruang baca untuk meningkatkan literasi,” ujarnya.
Gubri menambahkan, perpustakaan ramah lingkungan yang dibangun dari CSR (Corporate Social Responsibility) Agung Concern diharapkan memberi arti besar di dunia pendidikan. Ia memberikan apresiasi, “Di sekolah, dengan adanya ruang baca bisa meningkatkan literasi dan ilmu pengetahuan akan tetap berjalan.”
Gubri juga menyampaikan, di era globalisasi dan digitalisasi ini, perpustakaan harus diperlakukan lebih dari sekadar bangunan. Meskipun sudah ada perpustakaan digital, banyak wawasan yang bisa diperdalam melalui perpustakaan.
Lebih jauh, Gubri menyoroti pentingnya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui pendidikan. Menurutnya, pembenahan di sektor pendidikan sangat penting, termasuk mendorong partisipasi semua pihak, terutama sekolah.
“Saya ingin memerankan bagaimana dunia pendidikan menjadi penting karena indeks pertumbuhan manusia. IPM harus meningkat. Maka pembenahan harus dilakukan, termasuk partisipasi sekolah,” ucapnya.
Menutup sambutannya, Abdul Wahid memberikan pesan khusus kepada para guru. Ia menekankan bahwa guru memiliki peran penting dalam membentuk generasi masa depan yang unggul. “Saya berpesan kepada para guru agar mengajar dengan tekun. Sebab, anak-anak inilah masa depan kita. Mereka adalah pengganti kita kelak,” pungkasnya.
Sementara itu, Regional Manager Agung Toyota Wilayah Barat, Mahmud Fauzi, menjelaskan bahwa pembangunan perpustakaan ini adalah komitmen untuk mendukung dunia pendidikan dan dampak sosial di sekitarnya.
Tentunya, tidak mengecilkan tujuan melestarikan lingkungan melalui pembangunan yang menggunakan limbah plastik dan serat alami. “Dibangunnya perpustakaan dengan material ramah lingkungan juga untuk mengajarkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan sejak dini,” ungkapnya.
Dengan adanya kesadaran sejak dini tersebut, bukan hanya fasilitas belajar yang semakin memadai, tetapi juga menjadi inspirasi untuk membawa dampak positif di dunia pendidikan dan lingkungan. “Semoga setiap langkah selaras dengan nilai masa depan yang berkelanjutan,” tuturnya.













