PekanbaruPemerintahan

Cegah Stunting Sejak Dini, Pemko Pekanbaru Luncurkan Program GARPU di Sekolah

23
×

Cegah Stunting Sejak Dini, Pemko Pekanbaru Luncurkan Program GARPU di Sekolah

Sebarkan artikel ini
Ketua TP PKK Kota Pekanbaru Sulastri Agung, foto bersama guru SMP Negeri 45 saat peluncuran program Garpu (istimewa)

PEKANBARU, (LA) — Dalam upaya menurunkan angka stunting di Kota Pekanbaru, Pemerintah Kota (Pemko) melalui Tim Penggerak PKK meluncurkan program inovatif Gerakan Aman Remaja Putri (Garpu), Kamis (31/7/2025). Peluncuran dilakukan secara simbolis di SMP Negeri 45 Pekanbaru, Kelurahan Sungai Sibam, Kecamatan Bina Widya.

Program Garpu ditujukan untuk membentuk remaja putri yang sehat, bebas anemia, dan siap menghadapi masa depan sebagai generasi penerus bangsa. Program ini menyasar siswa SMP sederajat se-Kota Pekanbaru dan menjadi bagian dari gerakan pencegahan stunting jangka panjang.

Fokus pada Gizi dan Edukasi Kesehatan

Ketua TP-PKK Kota Pekanbaru, Sulastri Agung, menjelaskan bahwa program Garpu bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan terstruktur dan berkelanjutan yang melibatkan edukasi, pemberian suplemen, serta pembiasaan pola hidup sehat di kalangan remaja putri.

“Garpu mendukung kesehatan remaja putri dari sisi fisik, mental, hingga sosial. Kita berikan edukasi soal pentingnya gizi seimbang, konsumsi makanan sehat, dan juga suplementasi tablet tambah darah (TTD),” jelas Sulastri.

Program ini juga mendorong siswa untuk aktif bergerak melalui senam dan olahraga rutin setiap pekan, sebagai upaya menjaga kebugaran tubuh.

Tablet Tambah Darah Setiap Kamis

Salah satu langkah konkret dari program Garpu adalah pemberian tablet tambah darah setiap Kamis di seluruh sekolah menengah pertama. Hal ini dilakukan untuk mencegah anemia yang berisiko pada kesehatan remaja dan berdampak jangka panjang terhadap kualitas generasi berikutnya.

“Kami ingin anak-anak bebas dari anemia, stunting, dan risiko kesehatan lainnya. Maka itu kami harapkan program ini dilaksanakan dengan komitmen, bukan hanya sekali-dua kali saja,” ujar Sulastri.

Ia juga meminta dukungan para kepala sekolah dan guru untuk menjadikan program ini sebagai bagian dari aktivitas rutin sekolah.

Pencegahan Sejak Remaja

Sulastri menekankan bahwa pencegahan stunting tidak cukup hanya dimulai dari bayi, tapi harus sudah dipersiapkan sejak remaja, khususnya pada anak perempuan yang kelak akan menjadi ibu.

“Kalau kita ingin memutus rantai stunting, kita harus mulai dari hulunya. Garpu adalah upaya kita menyiapkan generasi ibu yang sehat secara menyeluruh,” tuturnya.

Program ini akan diperluas secara bertahap ke seluruh SMP dan sederajat di Kota Pekanbaru, dengan harapan dapat mencetak remaja putri yang sehat, kuat, dan sadar pentingnya gizi sejak dini.

Tinggalkan Balasan