Jakarta, (LA) – Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Atsushi Kurita, menanggapi tantangan pasar otomotif Indonesia yang mengalami penurunan signifikan. Merespons pernyataan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Kurita menegaskan bahwa inovasi adalah kunci utama untuk kembali menggairahkan industri otomotif nasional.
Tantangan Penurunan Penjualan dan Pelemahan Daya Beli
Pasar otomotif dalam negeri mengalami kontraksi pada 2024 dengan total penjualan mobil mencapai 865 ribu unit, turun 13,9 persen dibanding tahun sebelumnya. Salah satu penyebab utama adalah melemahnya daya beli masyarakat, yang memicu industri otomotif mencari strategi baru untuk menarik minat konsumen.
“Perlu mencari terobosan agar konsumen kembali memiliki minat belanja otomotif. Pemerintah tentu tidak tinggal diam, salah satu kebijakan yang muncul adalah paket stimulus ekonomi untuk menjaga daya beli masyarakat,” ujar Kurita dalam pembukaan pameran IIMS 2025 di JIExpo Kemayoran.

Strategi Mitsubishi: Produk Baru dan Ekspansi Ekspor
Dalam menghadapi tantangan ini, Mitsubishi Motors Indonesia telah menyiapkan strategi inovatif dengan menghadirkan kendaraan baru yang benar-benar fresh dan berbeda dari sebelumnya. Kurita menekankan pentingnya fleksibilitas dalam merespons perubahan pasar agar tetap kompetitif.
“Kami harus fleksibel terhadap perubahan pasar. Selain itu, kami akan mengubah arah permainan dengan produk baru. Kami percaya dengan produk ini, situasi pasar akan membaik,” tambahnya.
Tak hanya untuk pasar domestik, Mitsubishi juga melihat peluang besar dalam ekspor. Dengan jaringan ekspor ke lebih dari 50 negara, model baru yang akan diperkenalkan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional serta meningkatkan daya saing produk buatan Indonesia di kancah global.
“Kontribusi kami adalah pasar ekspor, produk baru nanti juga akan kami lakukan ekspor. Jadi kami akan berkontribusi kepada negara melalui ekspor,” tegas Kurita.

Model Baru: Mitsubishi Xpander Hybrid atau DST Concept?
Meski belum mengungkap secara detail produk terbaru yang akan diperkenalkan, spekulasi mengarah pada dua kemungkinan: Mitsubishi Xpander Hybrid atau DST Concept, sebuah varian terbaru dari Xforce berkapasitas 7 penumpang.
Pabrik Mitsubishi Motor Krama Yudha Indonesia (MMKI) di Bekasi juga disebut telah siap memproduksi kendaraan elektrifikasi. Hal ini membuka peluang bagi Mitsubishi untuk semakin agresif dalam pasar kendaraan ramah lingkungan yang tengah berkembang.
“Selain ekspor, lokalisasi juga menjadi fokus kami. Kami mencoba melakukan lokalisasi sebanyak mungkin, sehingga produknya benar-benar asli buatan Indonesia,” pungkas Kurita.
Dengan berbagai strategi inovatif yang disiapkan, Mitsubishi Motors optimistis mampu kembali menggairahkan pasar otomotif nasional sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui ekspor dan penguatan industri dalam negeri.













