Nasional

Presiden Prabowo Resmikan Groundbreaking Proyek Ekosistem Baterai EV Terbesar Asia

14
×

Presiden Prabowo Resmikan Groundbreaking Proyek Ekosistem Baterai EV Terbesar Asia

Sebarkan artikel ini

KARAWANG, (LA) – Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek ekosistem baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) terbesar di Asia, Minggu (29/6/2025). Berlokasi di Karawang, Jawa Barat, proyek dengan nilai investasi mencapai Rp 96,04 triliun ini merupakan kerja sama antara PT Aneka Tambang (Antam), PT Indonesia Battery Corporation (IBC), dan perusahaan asal China, Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd. (CBL).

Presiden Prabowo menyebut proyek ini sebagai tonggak sejarah yang mencerminkan keseriusan Indonesia dalam hilirisasi industri strategis. Ia juga memberikan penghormatan kepada Presiden Joko Widodo yang memulai program hilirisasi ini secara nyata empat tahun lalu.

“Groundbreaking ini adalah bukti nyata kolaborasi besar dengan mitra dari Tiongkok. Ini bukan hanya proyek, tetapi sebuah terobosan kolosal dalam sejarah pembangunan kita,” ujar Prabowo.

Proyek Industri Baterai Terintegrasi

Proyek ini mencakup enam usaha patungan (Joint Venture/JV) yang terbagi dalam dua sektor: hulu dan hilir. Berikut detailnya:

Hulu:
1. Proyek Tambang Nikel (JV 1):
• Lokasi: Halmahera Timur
• Kapasitas: 13,8 juta wet metric ton (wmt) nikel saprolite dan limonite.
• Kepemilikan: PT Antam (51%) dan CBL (49%).
2. Smelter RKEF (JV 2):
• Kapasitas: 88 ribu ton refined nickel alloy per tahun.
• Kepemilikan: CBL (60%) dan PT Antam (40%).
• Target Produksi: 2027.
3. Smelter HPAL (JV 3):
• Kapasitas: 55 ribu ton Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) per tahun.
• Kepemilikan: CBL (70%) dan PT Antam (30%).
• Target Produksi: 2028.

Hilir:
4. Material Baterai (JV 4):
• Produk: Katoda, kobalt sulfat, dan prekursor terner.
• Kapasitas: 30 ribu ton lithium hydroxide.
• Kepemilikan: CBL (70%) dan PT IBC (30%).
• Target Produksi: 2028.

5. Sel Baterai (JV 5):
• Lokasi: Karawang.
• Kapasitas: Fase 1: 6,9 GWh/tahun (2026), Fase 2: 8,1 GWh/tahun (2028).
• Kepemilikan: CBL (70%) dan PT IBC (30%).
6. Daur Ulang Baterai (JV 6):
• Lokasi: Halmahera Timur.
• Kapasitas: 20 ribu ton logam per tahun.
• Kepemilikan: CBL (60%) dan PT IBC (40%).
• Target Operasi: 2031.

Pengaruh Strategis Proyek

Proyek ini diharapkan menjadi pusat pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Asia sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia dalam rantai pasok global. Presiden Prabowo optimistis proyek ini akan membawa dampak ekonomi yang signifikan, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pengembangan teknologi dalam negeri.

“Ini bukan sekadar investasi besar, tetapi bukti kemampuan kita untuk bersinergi dalam membangun masa depan energi terbarukan,” pungkas Prabowo.

Tinggalkan Balasan