Nasional

Nakhoda Baru BUMN: Dony Oskaria, Sosok di Balik RANS dan InJourney, Ditunjuk Prabowo

34
×

Nakhoda Baru BUMN: Dony Oskaria, Sosok di Balik RANS dan InJourney, Ditunjuk Prabowo

Sebarkan artikel ini
Dony Oskaria
Dok. Dony Oskaria, Pelaksana Tugas (Plt) Menteri BUMN

Jakarta – Panggung Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali berganti pemeran utama. Presiden Prabowo Subianto secara resmi menunjuk Dony Oskaria sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri BUMN per tanggal 17 September 2025. Penunjukan ini mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan Erick Thohir, yang kini mengemban tugas baru sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.

Nama Dony Oskaria mungkin tidak sepopuler pendahulunya di telinga publik, namun di koridor bisnis dan korporasi, rekam jejaknya berbicara lantang. Ia adalah figur sentral di balik layar yang memadukan keahlian di bidang keuangan, pariwisata, hingga industri hiburan modern.

Sebelum dipercaya memegang kendali kementerian strategis ini, Dony menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara. Namun, sorotan publik justru kerap mengarah pada perannya sebagai salah satu arsitek di balik kesuksesan RANS Entertainment, gurita bisnis milik pasangan selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.

Meski porsi kepemilikan sahamnya di RANS terbilang minoritas—sekitar 2.763 lembar—dibandingkan Raffi Ahmad, perannya dinilai krusial dalam membangun fondasi bisnis perusahaan hiburan tersebut. Kedekatannya dengan lingkar bisnis generasi muda juga terlihat dari kolaborasinya dengan Kaesang Pangarep di beberapa proyek.

Merintis dari Bawah, Meroket di Puncak Korporasi

Lahir di Tanjung Alam, Sumatera Barat, 56 tahun lalu, Dony Oskaria adalah contoh nyata karier yang dibangun dari nol. Lulusan Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran ini memulai perjalanan profesionalnya sebagai petugas call center di Bank Universal, sebuah posisi yang jauh dari glamor.

Ketekunan membawanya menapaki jenjang karier hingga menjadi kepala divisi personal banker, sebelum akhirnya hijrah ke Bank Mega. Titik baliknya terjadi saat CT Corp mengakuisisi Garuda Indonesia, yang membawanya masuk ke industri aviasi. Di maskapai pelat merah itu, ia menduduki posisi strategis sebagai Komisaris (2014–2019) dan Wakil Direktur Utama (2020–2021).

Puncak keahliannya dalam mengelola aset negara terbukti saat ia ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) dari 2021 hingga 2024. Di bawah kepemimpinannya, holding BUMN pariwisata ini mengintegrasikan berbagai entitas, dari bandara hingga destinasi wisata, menjadi satu kekuatan ekonomi.

Tantangan Berat dan Ekspektasi Publik

Kini, sebagai Plt Menteri BUMN, Dony mewarisi tugas berat. Publik menantikan gebrakan cepat dalam melanjutkan agenda reformasi dan restrukturisasi BUMN yang menjadi prioritas pemerintah. Tantangannya tidak hanya soal meningkatkan profitabilitas, tetapi juga efisiensi dan transparansi perusahaan negara.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2024, Dony Oskaria tercatat memiliki total kekayaan bersih senilai Rp33,5 miliar. Hartanya didominasi oleh aset tanah dan bangunan (Rp19,8 miliar) serta surat berharga (Rp14,9 miliar), meski ia juga melaporkan utang sebesar Rp15,5 miliar.

“Penunjukan Dony adalah sinyal bahwa Presiden Prabowo membutuhkan eksekutor yang paham seluk-beluk korporasi secara mendalam, bukan hanya figur politis,” ungkap seorang analis BUMN saat dimintai pandangan. “Pengalamannya yang beragam, dari perbankan, aviasi, hingga hiburan, menjadi modal unik. Namun, tantangan di Kementerian BUMN jelas berbeda skala dan kompleksitasnya.”

Publik kini menunggu, apakah tangan dingin yang turut membesarkan RANS dan InJourney mampu membawa ribuan BUMN terbang lebih tinggi. (Red)

 

Tinggalkan Balasan