Nasional

Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Budaya Sadar Bencana di Pendidikan Adalah Kunci Ketangguhan Bangsa

25
×

Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Budaya Sadar Bencana di Pendidikan Adalah Kunci Ketangguhan Bangsa

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, (LA) – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menekankan pentingnya membangun budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan. Hal ini disampaikannya dalam workshop dan sosialisasi Hari Kesiapsiagaan Bencana 2025 pada Rabu (16/4/2025).

Abdul Mu’ti mengajak seluruh komponen satuan pendidikan, termasuk kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik, untuk berperan aktif dalam memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana 2025. “Bencana adalah sesuatu yang tidak diinginkan, tetapi dapat terjadi kapan saja. Oleh karena itu, kesiapsiagaan harus menjadi bagian dari budaya kita,” tegasnya.

1. Pentingnya Latihan Evakuasi di Lingkungan Pendidikan

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa latihan evakuasi bukan sekadar rutinitas, tetapi upaya membangun kesiapan menghadapi bencana.

  • Simulasi Evakuasi Mandiri: Sekolah diminta melakukan latihan evakuasi mandiri menuju titik kumpul terdekat dan aman.
  • Pentingnya Tanda Bahaya: Sirine, lonceng, atau alat lain dapat digunakan sebagai tanda dimulainya latihan.
  • Tujuan Latihan: Membentuk budaya sadar bencana dan kesiapan mitigasi di lingkungan pendidikan.

2. Infrastruktur Aman dan Mitigasi Bencana

Mendikdasmen menekankan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman dari bencana.

  • Pembangunan Sarana Aman: Infrastruktur pendidikan harus dirancang tahan bencana.
  • Kesadaran Mitigasi: Membangun kesadaran akan risiko bencana dan langkah-langkah menguranginya.

3. Bencana sebagai Refleksi Sosial dan Spiritual

Abdul Mu’ti menilai bahwa bencana harus menjadi bahan refleksi untuk memperkuat nilai sosial dan spiritual.

  • Sikap Sosial: “Bencana seharusnya mendorong kita untuk saling tolong-menolong dan membantu mereka yang terkena musibah,” ujarnya.
  • Muhasabah dan Mendekatkan Diri: Bencana juga menjadi momen introspeksi diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

4. Komitmen Pendidikan untuk Ketangguhan

Melalui peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana, Mendikdasmen berharap seluruh satuan pendidikan tidak hanya siap secara teknis tetapi juga tangguh secara mental ketika bencana terjadi.

  • Melayani Sesama: Menjadikan kepedulian sosial sebagai nilai utama.
  • Membangun Ketangguhan Nasional: “Bersama-sama, kita berusaha menghindarkan negara kita dari bencana yang tidak diinginkan,” kata Abdul Mu’ti.

Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana 2025 ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dan komitmen bersama dalam menghadapi bencana. Dengan langkah ini, pendidikan dapat menjadi benteng ketangguhan bangsa dalam menghadapi tantangan alam dan kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan