NasionalWisata

Jelang Nataru, Pemerintah Diminta Evaluasi Keamanan dan Kenyamanan Transportasi ke Pulau Wisata Maratua

Avatar
17
×

Jelang Nataru, Pemerintah Diminta Evaluasi Keamanan dan Kenyamanan Transportasi ke Pulau Wisata Maratua

Sebarkan artikel ini

 

Selain persoalan fasilitas, warga juga kembali menyoroti aspek keselamatan. Mereka mengingatkan kembali insiden ketika sebuah speedboat mati mesin di tengah laut dan penumpang harus terombang ambing selama berjam jam menunggu evakuasi.

 

Situasi tersebut membuat banyak penumpang panik, dan menurut warga, seharusnya menjadi pelajaran penting bagi pemerintah.

 

Untuk mencegah kejadian serupa, warga mengusulkan agar setiap speedboat rute jauh wajib menggunakan dua mesin agar memiliki alternatif jika salah satu mesin mengalami gangguan.

 

Dalam Peraturan Menteri Perhubungan tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Laut, pemerintah sebenarnya telah menetapkan kewajiban penyediaan fasilitas dasar seperti toilet, tempat duduk layak, jaket pelampung lengkap, serta standar keselamatan lainnya. Aturan ini seharusnya menjadi panduan bagi operator dan titik pengawasan bagi pemerintah daerah.

 

Dengan meningkatnya jumlah penumpang pada libur Nataru, warga berharap pengawasan terhadap kelayakan armada speedboat diperketat, mencakup kondisi mesin, kapasitas angkut, ketersediaan alat keselamatan, hingga pelayanan penunjang seperti pemberhentian singkat yang ramah penumpang.

 

“Kami ingin libur Nataru berjalan aman dan nyaman. Pemerintah harus lebih serius mengecek kondisi setiap speedboat, apalagi Maratua adalah wajah pariwisata Berau,” tambah warga lainnya.

 

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari instansi terkait mengenai keluhan fasilitas maupun standar keselamatan pada speedboat rute Tanjung Redeb Maratua.

Tinggalkan Balasan